Berikut kami rangkum 5 berita otomotif yang paling membuat pembaca marah sepanjang tahun 2019:
Sayangnya peringatan rambu lalu lintas yang sudah terpasang masih dianggap sebagai pajangan saja. Pengendara motor yang satu ini misalnya. Ia tampak tak menghiraukan keselamatan dirinya maupun penumpang yang diboncengnya.
Seorang pengendara motor R15 kesal karena jalannya di halangi oleh pemotor. Namun posisinya, pengendara R15 ini tidak dalam posisi yang benar, sebab melawan arah.
Bukannya mengalah, pengendara R15 yang melawan arah ini malah ngotot dan tidak mau disalahkan saat ditegur, dan sempat membuka helmnya.
Kejadian ini, kabarnya terjadi di sekitar Jl. Palmerah Utara, Jakarta Barat, diunggah oleh akun sosial medi twitter @TolakBigotRI, Rabu (13/11/2019).
"Ketika pengendara R15 bosan dengan jalan yang biasa. Lokasi palmerah depan mesjid Failaka. Sudah lawan arah, emosian ditambah lagi klakson-klakson. Begini ini orang salah tapi ngotot dengan kesalahannya. Miris!," cuitnya.
Tak pelak postingan ini bikin netizen geram. "Baiknya yg spt ini ditindak pak @NTMCLantasPolri @DivHumas_Polri. bkn cuma arogan, perilaku meresahkan & ganggu ketertiban," tulis satu netizen.
ebuah insiden kecelakaan terjadi di daerah Kebumen, Jawa Tengah. Penunggang motor gede (moge) Harley-Davidson menabrak seorang warga yang tengah menjemur padi di pinggir jalan.
Seperti di-posting oleh akun facebook Jahid Ae Lagh, peristiwa ini terjadi pada Rabu, 20 Maret 2019 lalu. Kejadian tepatnya di Desa Karanggadung, RT 03 Kecamatan Petanahan, Kebumen.
Untuk kronologisnya, sekitar pukul 11.00, salah satu penunggang Harley-Davidson menabrak seorang laki-laki yang sedang menjemur padi di pinggir jalan.
Korban bernama Yitnareja (75 tahun) dikabarkan meninggal dunia di tempat. Sementara untuk pengendara Harley bernama Messa Ahmad Tohaga (53 tahun) harus menjalani perawatan di RS PKU Petanahan.
Sang penunggang Harley-Davidson sendiri diketahui merupakan salah satu rombongan touring dari Kota Bandung menuju Bali. Rombongan ini berjumlah sekitar 8 orang dan sudah mendapat pengawalan dari dua Polisi.
Pengendara Harley yang kecelakaan diketahui lepas dari rombongan dan melaju di depan sendirian tanpa pengawalan.
Atas kejadian nahas ini, siapakah pihak yang salah? Apakah petani yang menjemur padi di pinggir jalan, atau penunggang moge yang dianggap terlalu arogan?
"Itu sebenarnya dia (pengendara moge) juga salah. Karena terputus dari rombongan," kata anggota Harley Owners Group (HOG) Jakarta Alessandro Riccardo, kepada wartawan di Jakarta, Minggu (24/3/2019) kemarin.
Menurutnya, penunggang Harley tersebut seharusnya tidak boleh lepas dari pengawalan polisi. Karena polisi bertugas menetralisir jalanan yang dilewati rombongan penunggang Harley-Davidson yang sedang touring.
"Akhirnya ada petani di pinggir jalan nggak kelihatan. Karena Harley itu kan cc-nya besar (jadi motor harus kencang), terus yang kedua dia nggak bisa langsung mengerem mendadak. Ya itu salah juga sih ya, karena pengendaranya terlalu ngebut," pungkas Alessandro
Sekitar puluhan pemotor melawan arus di busway Landmark Tower, Jakarta. Motor-motor itu berbalik arah sehingga berhadap-hadapan dengan bus TransJakarta. Tapi bukannya kembali ke arah, pemotor-pemotor itu malah meminta bus TransJakarta untuk mundur sedikit memberi ruang.
Sepertinya di jalur busway itu ada polisi yang tengah melakukan razia sehingga pemotor memilih mundur dan berbalik arah.
Dari video yang viral di Instagram dan dilihat di akun Romansa Sopir Truck, terlihat bus TransJakarta yang bergeming ketika diminta pemotor untuk mundur sedikit. Suara klakson tanda pemotor yang tak sabar pun terdengar jelas.
"Dukuh atas Halimun, sekitar Landmark Tower, Jakarta. 15.58 WIB, 18 Nov 2019. @romansasopirtruck.id #RomansaSopirTruck #RST," begitu narasi di video ini.
Netizen pun langsung mengutuk aksi para pemotor yang meminta sopir bus untuk mundur. "Udah salah ngelakson ga ada otak beraninya main keroyokan. Kalo supirnya nyenggol pasti dia marah" udah emang bener diem aja disitu," tutur seorang netizen
Bupati Pandeglang Irna Narulita semoat membuat heboh karena memilih mobil seharga Rp 1,9 miliar sebagai kendaraan dinasnya. Irna diketahui membeli Land Cruiser Prado untuk menemaninya dalam aktifitasnya sehari-hari.
Yang membuat pembelian mobil tersebut heboh adalah Kabupaten Pandeglang sampai saat ini masih termasuk kategori wilayah tertinggal dibanding daerah lain di Banten. Pendapatan asli daerah (PAD) Pandeglang pada 2018 hanya Rp 205 miliar. Selain itu, daerah ini sering disebut paling miskin dibanding tujuh kabupaten dan kota lainnya.
Sebenarnya jika sang bupati menginginkan mobil SUV dengan spesifikasi mesin mirip dengan Land Cruiser Prado, pilihannya cukup banyak. Seperti diketahui Prado mesin 2,7 liter bensin dan 2,8 liter diesel namun ada juga pilihan mesin 4 liternya yang gahar. Mesin 4.0 liter V6 itu mampu memuntahkan tenaga 249 hp dan torsi 38,8 kgm.
Serupa dengan Prado, Toyota pun memberikan piihan mesin 2.7 L pada model Fortuner. Harganya pun tercatat lebih murah. Dalam situs resmi Toyota Astra Motor Fortuner tipe 4x2 2.7 SRZ A/T TRD dijual dengan harga Rp 558,85 juta. Sementara untuk tipe 4x4 2.4 VRZ A/T DSL IDR. 664.950.000
Kalau mau yang lebih murah dengan spesifikasi mesin sama pilihannya adalah Fortuner 2.7 SRZ A/T seharga Rp 546,85 juta.
Selain Fortuner, ada juga pilihan SUV yang memiliki kemampuan off road laiknya Land Cruiser Prado. Hanya kapasitas mesinnya lebih kecil seperti Mitsubishi Pajero Sport, Nissan Terra, Chevrolet Trailblazer, hingga Isuzu mu-X. Harganya pun bervariasi, Pajero Sport misalnya ditawarkan mulai dari Rp 470 jutaan hingga termahal Rp 680 jutaan, tak mencapai Rp 1,9 miliar dengan mesin 2.4-2.5 L.
Seorang warganet di jejaring sosial membagikan kisahnya ketika berkendara di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Cerita dan foto itu diunggah di Facebook yang menceritakan kisah modus montir nakal yang 'mengerjai' pengendara untuk meraup untung.
Kisah yang diunggah akun Enk Enk itu menceritakan mobilnya tercium bau hangus saat melalui jalur Puncak. Mobilnya juga mengeluarkan asap tebal. Padahal ia membawa mobil tahun muda. Diketahui kemudian, itu merupakan modus seorang montir nakal. Modusnya dengan menyemprot oli bekas ke rem mobil agar mobil berasap.
Founder & Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengatakan ini merupakan modus lama yang kembali muncul lagi. Bahkan, Jusri pernah merasakan hal serupa berpuluh-puluh tahun lalu di Puncak juga.
"Saya pernah pakai mobil zaman dulu itu 35 tahun yang lalu dari Jakarta ke Bandung, itu lagi macet-macet tahu-tahu mobil mogok. tapi begitu kita berhenti, datang dua orang. Dia bilang karburator rusak. Saya namanya masih muda, namanya belum tahu zaman dulu ya dibongkar sama dia. Kena tuh zaman dulu Rp 125 ribu. Setelah lama baru tahu itu permainan mereka. Selang bensin yang dicopot," kata Jusri membagikan kisahnya kepada detikcom melalui sambungan telepon, Rabu (9/10/2019).
Menurutnya, modus seperti ini sempat hilang dan sudah diberantas oleh petugas karena banyak yang komplain. Namun, hal itu dirasakan kembali oleh pengguna Facebook Enk Enk.
"Ada beberapa cara mereka selain menyiram oli. Ada juga yang mencopot selang bensin dari tangki sehingga nggak lama kemudian mobilnya mogok. Distarter-starter injeksi udah nggak nyemprot ke ruang bakar lagi," kata Jusri.
Modusnya, montir itu akan menyatakan salah satu komponen mobil rusak dan harus diganti. Sehingga akhirnya, pengguna mobil harus merogoh kocek untuk memperbaiki mobil yang sebenarnya tidak mengalami masalah besar. Bahkan biaya yang dikeluarkan kadang tidak masuk akal.
"Kalau yang di Puncak itu lebih kepada dikerjain, tapi mungkin bisa disebut setengah perampokan, karena nanti akhirnya si pengemudi atau pemilik mobil harus mengeluarkan uang banyak dengan biaya yang tidak masuk akal baik jasa maupun komponen yang diganti," kata Jusri.
Komentar Terbanyak
Jangan Kaget! Biaya Tes Psikologi SIM Naik, Sekarang Jadi Segini
Jangan Pernah Pasang Stiker Happy Family di Mobil, Pokoknya Jangan!
Naik Taksi Terbang di Indonesia, Harganya Murah Meriah