Sabtu, 12 Okt 2019 15:26 WIB

Odong-odong, Hasil Kawin Becak dan Motor

Rizki Pratama - detikOto
Foto: Rizki Pratama Foto: Rizki Pratama
Bekasi - Odong-odong yang biasa dijumpai mengangkut anak-anak berkeliling berasal dari sepeda motor yang dimodifikasi. Dengan kreativitas dan sambung menyambung besi batangan, sepeda motor pun dapat mengangkut lebih dari 2 orang melalui gerbong yang ditariknya.

Lantas apa saja bahan yang diperlukan untuk membuat sepeda motor untuk bisnis jasa ini? Salah seorang pemilik dan pembuat odong-odong di Bekasi, Jawa Barat mengatakan bahwa ia menggunakan beberapa bahan baru ada pula dari bekas.



Untuk motornya ia biasa membeli motor bebek bekas berkapasitas 125cc. Motor tersebut dapat dibeli dengan harga murah sekitar Rp 2-2,5 juta. Namun tak jarang ada pula yang langsung memesan odong menggunakan motor dari pemesannya.

"Motornya dari teman aja tinggal share ke paguyuban. Motor paling Rp 2-2,5 juta nanti kita ganti ban servis kampas rem, tergantung yang pesan, kalau ingin siap pakai bisa motor dari sini Rp 40 juta siap pakai. Kalau dia punya motor beli baru pakai motor ya dikurangi nanti harganya," jelas Lamidi yang sedang mengerjakan salah satu pesanan odong-odong motor di bengkelnya, Bekasi, Jawa Barat.

Biasanya Lamidi mendapatkan motor bekas ini dari teman atau bertanya pada paguyubannya. Setelah motor didapat ia akan mencari material lain. Dalam proses ini kebanyakan material yang harus disiapkan adalah besi sebagai pembuat sasis dan rangka untuk gerbong. Biasanya ia membeli besi tersebut di sebuah toko bangunan langganannya.

"Baru belanja besinya. Biasa langganan di toko depan, Toko Logam Jaya. Jadi kan kita misal bikin kereta begini belanja sekian. Kalau kelar baru belanja lagi jadi nggak numpuk bahan itu," kata Lamidi.

Selanjutnya untuk gerbong tersebut tentu menambahkan ban. Untuk pelek dia membeli pelek jari-jari bekas karena akan ditambahkan palang besi supaya lebih kuat. Sedangkan ban luar dan dalam ia siapkan yang baru. "Pelek bekas 40 ribu kalau ban baru luar dalam. Memang ya kita cari nanti ditambah behel sendiri kalau depan pakai standar," tambahnya.

Masih untuk bagian kaki-kaki pada gerbong ia menggunakan suspensi becak sebagai penjaga kenyamanan di jalanan tidak rata. "Pakai per becak jadi nggak kasar kaya gerobak jadi empuk tempat duduk udah ada busanya biar nyaman," timpalnya.

Pada bagian rotasi penggerak ia mengganti gir standar motor dengan gir yang lebih besar. Hal ini dilakukan supaya mesin motor tidak terlalu berat kinerjanya. Rantai motor pun juga mengalami hal serupa, tak lagi menggunakan rantai motor bebek ia pun menggantinya dengan rantai motor sport.

"Bikin dobel gir jadi motor standar ditambah gir lagi biar enteng tenaga motornya. Kalau berat takut kena ke mesinnya. Gir beli biasanya yang dipakai mesin. Rantai saya ganti rantai Vixion lebih kuat dan gede," paparnya.

Terakhir setelah rangkaian odong-odong rampung saat menambahkan aksesori pemanis. Mulai dari kaca spion, monitor LCD, speaker, dan lampu. "Lampu spion juga beli baru dipasang, abis itu finishing tambah speaker sama TV dan dicat," pungkas Lamidi.

Simak Video "Odong-odong, Satu-satunya Transportasi Umum Pulau Pramuka"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com