"Biasanya Kharisma sama Supra X 125, cc gede, kalau gigi satu masih jalan," kata Lamidi saat ditemui detikcom di bengkelnya, Bekasi, Jawa Barat.
Baca juga: Kisah Lamidi Si Pembuat Odong-odong |
Ia mengatakan bahwa saat ini di Indonesia itu adalah motor paling ideal untuk dijadikan odong-odong. Sedangkan jika menggunakan motor lebih besar ia mengatakan lebih capek digunakan karena menggunakan kopling. Sementara itu jika menggunakan mesin lebih kecil akan kesulitan menarik dua gerbong berisi penumpang.
"Kalau 110 ngedet masuk gigi dua udah nggak bisa jalan nggak ada tenaganya. Kalau 125 masih kuat. Motor sport nggak ada lagian pakai kopling capek," tambah Lamidi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Matik nggak bisa gearnya dia pakai van belt kalau ini rantai. Kalau van belt nggak bisa tambah gir. Paling pas Kharisma atau Supra X 125," tukasnya.
(rip/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun