Salah satunya mempermudah pelayanan produsen dalam hal uji tipe kendaraan yang hendak dijual di Indonesia. Serta memberikan insentif baik fiskal maupun non fiskal yang sifatnya bisa menekan harga jual lebih murah agar terjangkau di masyarakat.
"Pemerintah harus memberi kemudahan kepada pemanfaatan KBL. Mulai uji tipe, uji berkala, perijinan industri, pajak dan bea masuk, STNK, tarif listrik, dan lainnya," ucap Agus dalam Forum Grup Diskusi yang diselenggarakan detikcom bersama Kementerian Perhubungan di Hotel Harris Vertue, Harmoni, Jakarta, Kamis (29/8/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, untuk menjadi leader KBL di Tanah Air, kata Agus, perlu sinergi antar lembaga untuk mendorong produk KBL buatan dalam negeri. Ia menyarankan pemerintah menggandeng potensi yang dimiliki perguruan tinggi.
"Perguruan tinggi didorong fokus penelitian untuk inovasi pada electric engine, motor controller, dan battery, tentu perlu dukungan dana penelitian yang tidak sedikit," jelas Agus.
Ia mencontohkan proyek kerjasama antara industri dan penelitian pada sepeda motor listrik GESITS. "Merk sepeda motor listrik hasil inovasi ITS dan PT. Wika dapat menjadi contoh sukses," imbuhnya.
(riar/lth)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar