Kamis, 08 Agu 2019 16:38 WIB

Pak Presiden, Mitsubishi Tanya Soal Detail Aturan Mobil Listrik

Luthfi Anshori - detikOto
Mitsubishi Outlander Foto: Rangga Rahardiansyah/detikOto Mitsubishi Outlander Foto: Rangga Rahardiansyah/detikOto
Jakarta - Secara mengejutkan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengatakan telah menandatangani aturan mobil listrik. Artinya besar kemungkinan berbagai kebijakan mengenai mobil listrik yang lebih menguntungkan pencinta otomotif, bakal hadir di Indonesia.

Namun layaknya pabrikan otomotif lainnya, Mitsubishi juga ikut mempertanyakan bagaimana pemerintah meramu aturan mobil listrik di Indonesia.



"Tapi terus terang, saya belum tahu detailnya. Saya belum tahu kontennya belum tahu, jadi belum bisa berkomentar banyak," ujar Executive General Manager of Sales & Marketing MMKSI Imam Choeru Yahya, kepada detikcom.

Sehingga menurut Imam, dirinya belum bisa memprediksi apa langkah Mitsubishi menyambut aturan mobil listrik.

"Saya dengar ada sosialisasi 2 tahun terlebih dahulu, tapi saya belum lihat detailnya seperti apa yang sudah ditandatangani. Baru setelah mengetahui detailnya, bisa mengambil langkah, sekarang kontennya sendiri saya belum tahu," ucap Imam.

Outlander PHEVOutlander PHEV Foto: Rangga Rahadiansyah


Sebagai catatan, dalam pemberitaan detikcom sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Jokowi membocorkan aturan mobil listrik yang sudah dirancang bisa mendorong industri otomotif bergerak ke arah yang lebih ramah terhadap lingkungan. Mobil listrik menjadi salah satu dorongan yang diharapkan mampu mewujudkan visi ini.



Namun dia bilang hal ini butuh waktu karena perkara membangun sebuah industri yang baru bukanlah sesuatu yang dapat diraih dengan cepat.

"Membangun sebuah industri seperti ini tidak mungkin satu atau dua tahun, pasti juga akan melihat pasar. Melihat pembeli. Apakah membuatnya bisa, yang beli ada? Karena 40% harganya lebih mahal dari mobil biasa," kataya.

Mitsubishi OutlanderMitsubishi Outlander Foto: Rifkianto Nugroho


Salah satu komponen industri mobil listrik yang ingin dibangun di Indonesia adalah produksi baterai. Diproduksinya baterai untuk mobil listrik di dalam negeri diharapkan mampu menekan biaya pembuatan mobil ramah lingkungan ini.

"Kita tahu 60% mobil listrik itu kuncinya ada di baterainya. Dan bahan untuk buat baterai dan lain-lain ada di negara kita. Sehingga strategi bisnis negara ini bisa kita rancang agar kita bisa mendahului membangun mobil listrik yang murah, kompetitif karena bahan-bahan ada di sini," kata Jokowi.

Simak Video "Ultra Compact BEV, Mobil Listrik Imut dengan 2 Penumpang"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com