Selasa, 18 Jun 2019 11:15 WIB

Kemacetan Jakarta Diklaim Turun, Ngitungnya dari Mana?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Macet Jakarta. Foto: Rifkianto Nugroho Macet Jakarta. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Tingkat kemacetan di DKI Jakarta pada 2018 disebut turun dibanding tahun 2017. Itu menurut data dari TomTom Traffic Index.

Menurut data itu, kemacetan di DKI Jakarta turun 8 persen dari 2017. Penurunan ini tercatat paling besar dibanding kota-kota lainnya di dunia. Peringkat ketujuh ini turun dari posisi keempat tahun lalu.



Tapi, dari mana perhitungan TomTom Traffic Index sehingga menyimpulkan kemacetan DKI Jakarta turun tahun lalu?

"Statistik TomTom Traffic Index dihitung dari data GPS anonim yang dikumpulkan melalui perangkat navigasi, sistem navigasi di dalam mobil dan smartphone," tulis TomTom di situs resminya.

Disebutkan, persentase tingkat kemacetan lalu lintas mewakili jumlah waktu perjalanan tambahan yang diukur oleh pengemudi sepanjang tahun. TomTom memulai perhitungan dari waktu perjalanan dalam kondisi normal tanpa kemacetan di setiap segmen jalan di setiap kota.

Mereka kemudian menganalisis waktu perjalanan sepanjang tahun selama 24 jam seehari dan 7 hari seminggu untuk setiap kota dann membandingkan informasi tersebut dengan lalu lintas normal tanpa kemacetan yang sudah dihitung sebelumnya. Dari situ, tercetuslah selisih waktu perjalanan tambahan di jam-jam tertentu.

Misalnya DKI Jakarta pada tahun 2018 tingkat kemacetan lalu lintasnya mencapai 53 persen. Itu artinya waktu perjalanan tambahan adalah 53 persen lebih lama dari perjalanan rata-rata dalam kondisi normal tanpa kemacetan. Waktu rata-rata itu diambil dari setiap kendaraan di seluruh jaringan sepanjang hari.



TomTom kemudian membandingkan tingkat kemacetan tahun 2018 dengan tahun sebelumnya. Hasilnya, persentasenya turun dari 61 persen pada 2017 menjadi 53 persen pada 2018.

"Secara global, kemacetan lalu lintas meningkat. Itu menjadi kabar baik dan buruk. Itu bagus karena menunjukkan ekonomi global yang kuat, tapi di sisi lain pengemudi membuang waktu lebih banyak di jalan, belum lagi dampak lingkungan yang sangat besar," kata Wakil Presiden Informasi Lalu Lintas TomTom, Ralf-Peter Schaefer, dalam siaran persnya.



Disebutkan juga, hari paling macet di Jakarta pada tahun 2018 tercatat di tanggal 15 Februari sementara hari paling tidak macet di tanggal 18 Juni. Kemacetan pagi hari di hari kerja sebesar 63% sementara kemacetan di malam hari 88%.

Berikut 10 besar kota termacet di dunia versi TomTom Traffic Index:

1. Mumbai (India): 65%
2. Bogota (Kolombia): 63%
3. Lima (Peru): 58%
4. New Delhi (India): 58%
5. Moscow region (Rusia): 56%
6. Istanbul (Turki): 53%
7. Jakarta (Indonesia): 53%
8. Bangkok (Thailand): 53%
9. Mexico City (Meksiko): 52%
10. Recife (Brasil): 49%. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com