Senin, 03 Jun 2019 18:57 WIB

Skema Satu Jalur di Tol Trans Jawa Efektif, Besok Kembali Normal

Ruly Kurniawan - detikOto
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Penerapan sistem satu arah untuk mudik di tol Trans Jawa sejak Kamis (30/5/2019) lalu dinilai efektif. Hal itu berkaca dari menurunnya tingkat kecelakaan di jalan.

"Tingkat kecelakaan mudik tahun ini berkurang. Itu karena pertama mulai sedikit yang menggunakan sepeda motor. Lalu pemudik juga rata-rata menggunakan jalan tol. Kalau jalan tol ini relatif terkontrol dengan arah apalagi dengan one way," katanya di Kementerian Perhubungan, Jalan Merdeka Barat, Senin (3/6/2019).

Penurunan kecelakaan ini juga imbas dari penindakan yang lebih tegas terhadap bus-bus tak laik operasi. Dia juga meminta Kapolres dan Dishub untuk tetap melakukan law enforcement.


"Oleh karenanya sekali lagi saya minta kepada Kapolres dan Dishub melakukan law enforcemen terhadap bus-bus yang beroperasi, karena nanti bahaya sekali dan juga melakukan perencanaan rute-rute kunjungan ke daerah wisata. Jangan lagi seperti yang terjadi di Sukabumi atau rute yang bukan merupakan rute bus beda malah digunakan," ungkapnya.

Berdasarkan data Kemenhunb, H-3 lebaran tahun 2019 jumlah kecelakaan menjadi 64 kasus dari 138 kasus di tahun sebelumnya. Sedangkan korban meninggal menurun dari 29 jiwa menjadi 16 jiwa.

Untuk volume kendaraan yang melaju ke arah Timur sendiri saat ini disebutkan mulai menurun. Sehingga Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan besok jalur tol Trans Jawa bakal kembali normal.


Mengutip keterangan resmi PT Jasa Marga, hingga 2 Juni 2019 kemarin sudah ada 515.653 kendaraan yang meninggalkan Jakarta ke arah Timur melewati tol Trans Jawa. Angka tersebut baru memenuhi 71% dari total prediksi sebesar 724.889 kendaraan. Sehingga terdapat sekitar 209.236 kendaraan yang masih belum melakukan perjalanan mudik.

"Nampaknya one way hari ini terakhir diterapkan. Besok ditetapkan cara normal kembali. Tapi kita lihat, bila ada lonjakan bisa saja ada yang ingin last minute (mudik), masih dimungkinkan Kakorlantas mengambil diskresi ditambah lagi," lanjut Budi. (ruk/ruk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed