Rabu, 10 Apr 2019 16:18 WIB

Bawa Jenazah atau Pasien Sakit, Ambulans Ada Kecepatan Maksimalnya

Ridwan Arifin - detikOto
Foto: Ridwan Arifin Foto: Ridwan Arifin
Jakarta - Tak bisa disangkal lagi, ambulans merupakan salah satu kendaraan dengan hak istimewa untuk melintas di jalan raya. Dibekali sirine, lampu rotator, hingga pengerasa suara digunakan untuk menghimbau pengendara lain untuk bersedia memberikan jalan.

Karena sifatnya darurat, membawa pasien sakit atau jenazah tentu memiliki standar operasional prosedur sendiri. Salah satu penanggung jawab ambulans RSUD Pasar Rebo, Roviq Hidayat mengungkapkan mengendarai ambulans memiliki batas kecepatan.



"Kecepatan sudah diatur dari dinas kesehatan, standarnya (maksimal) 80 km/jam," kata Roviq kepada detikcom di Jakarta Timur.

Lebih lanjut Roviq menjelaskan keselamatan penumpang dan juga ketepatan terukur untuk sampai ke rumah sakit tujuan adalah prioritas.

Apabila terlalu ngebut, dan sopir tidak apik dikhawatirkan mobil ambulans itu tak terkendali, sedikit saja setirnya melenceng akan sangat berbahaya bagi nyawa sopir, pasien, perawat, dokter dan keluarga yang ada di dalam ambulans.



Pun demikian kecepatan yang terlalu tinggi akan menyebabkan pasien yang sakit malah terguncang-guncang apalagi di dalam ambulans terdapat berbagai macam peralatan medis.

"Jarak tempuh juga harus diperhatikan. Misalnya saat membawa pasien dengan penyakit jantung, saat ngerem tiba-tiba terpental, nanti jadi masalah," kata sopir ambulans lainnya, Arief Rahman.

[Gambas:Video 20detik]

(riar/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com