Karena sifatnya darurat, membawa pasien sakit atau jenazah tentu memiliki standar operasional prosedur sendiri. Salah satu penanggung jawab ambulans RSUD Pasar Rebo, Roviq Hidayat mengungkapkan mengendarai ambulans memiliki batas kecepatan.
Baca juga: Jadi Sopir Ambulans Harus Banyak Sabar |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Roviq menjelaskan keselamatan penumpang dan juga ketepatan terukur untuk sampai ke rumah sakit tujuan adalah prioritas.
Apabila terlalu ngebut, dan sopir tidak apik dikhawatirkan mobil ambulans itu tak terkendali, sedikit saja setirnya melenceng akan sangat berbahaya bagi nyawa sopir, pasien, perawat, dokter dan keluarga yang ada di dalam ambulans.
Pun demikian kecepatan yang terlalu tinggi akan menyebabkan pasien yang sakit malah terguncang-guncang apalagi di dalam ambulans terdapat berbagai macam peralatan medis.
"Jarak tempuh juga harus diperhatikan. Misalnya saat membawa pasien dengan penyakit jantung, saat ngerem tiba-tiba terpental, nanti jadi masalah," kata sopir ambulans lainnya, Arief Rahman.
(riar/ddn)











































Komentar Terbanyak
Segini Hematnya Pakai Motor Listrik, Bisa Nabung Belasan Juta Rupiah!
Ramai Aksi Warga Perbaiki Sendiri Jalanan, Padahal Sudah Bayar Pajak Kendaraan
QR Code Pertalite Kendaraan Nunggak Pajak Disarankan Dihapus