Jumat, 05 Apr 2019 07:10 WIB

Berita Populer: Mobil Crazy Rich Priok, Bangkai Motor Hasil Razia

Dina Rayanti - detikOto
Ahmad Sahroni di depan garasi rumahnya. Foto: Pradita Utama Ahmad Sahroni di depan garasi rumahnya. Foto: Pradita Utama
Jakarta - Cerita kehidupan Crazy Rich Tanjung Priok Ahmad Sahroni masih menarik untuk diperbincangkan. Bermula dari sopir, Roni kini bisa memiliki deretan mobil mewah yang diparkirnya di sebuah garasi dalam gang sempit kawasan Tanjung Priok.

Kondisi motor-motor sitaan di Satpas SIM Daan Mogot Jakarta Barat rusak bertumpuk karena didiamkan belasan tahun rusak parah. Simak berita selengkapnya dalam rangkuman berita populer otomotif sepanjang Kamis (4/3/2019).

1. Dari Sopir, Ini Cerita Anak Priok Bisa Punya Ferrari Cs di Gang

Istilah gantunglah cita-cita setinggi langit pasti sudah sering kita dengar. Ungkapan tersebutlah yang ditanamkan oleh pengusaha muda asal Tanjung Priok, Ahmad Sahroni.

Roni apaan akrab Sahroni, dulu tak memiliki apa-apa. Tapi siapa sangka sekarang, pria berusia 42 tahun itu memiliki serangkaian mobil mewah yang terparkir di gang sempit kawasan rumahnya.

Profesi sopir, tukang semir sepatu, hingga bekerja di kapal pernah dilakoni Roni semasa muda. Dari pengalaman tersebutlah Roni belajar hingga akhirnya bisa memiliki perusahaan sendiri dan memiliki koleksi mobil mewah sebagai investasi di garasi rumahnya.


"Dalam proses kehidupan yang saya jalani pernah jadi sopir dan sopir pernah jadi tukang semir sepatu dan tukang ojek payung tapi itu tidak membuat saya patah semangat. Saya menganggap dalam semua proses kehidupan detikers pasti punya proses yang berbeda-beda dan terjadilah sampai sekarang," buka Roni saat berbincang soal pengalaman hidupnya dengan detikcom.

Ahmad SahroniAhmad Sahroni. Foto: Pradita Utama


Roni memanfaatkan waktunya sebagai sopir untuk perlahan-lahan mempelajari soal kehidupan. "Dulu waktu saya pulang pagi mengantarkan bos saya, saya belajar makna dari apa yang saya jalankan saat jadi sopir. bos saya selalu berkoordinasi dengan kantor mengatakan si A si B harus ini, kuping saya mendengar saya jadikan ilmu," ungkapnya.

"Suatu hari bos besar memanggil saya untuk menagih perusahaan BUMN yang waktu itu mungkin tagihan tidak terbayar sudah lama tapi saya ditugaskan untuk itu dan akhirnya saya laksanakan. Alhamdulillah selama 8 hari saya proses tagihan dari kuasa yang diberikan bos besar saya bisa cair," sambung Roni.

Masa-masa itu dijalani tidak mudah dijalani Roni. Pria yang juga dijuluki 'Anak Priok' itu juga mengaku perjalanannya tak berjalan mulus bahkan sempat ditipu beberapa kali oleh sang rekan kerja.

"Dan itu akhirnya saya diangkat menjadi karyawan di perusahaan itu dalam kurun waktu 2,5 tahun saya jadi GM, tahun ke-3 saya jadi direktur di situ saya berproses dalam usaha dan tidak serta merta berjalan mulus, penuh lika-liku," katanya.

Hasilnya bisa dinikmati Roni saat ini. Roni diketahui pernah memiliki perusahaan kapal tongkang dan kini masih aktif berinvestasi dalam bidang properti. Mobil-mobil mewah pun kini bisa dikoleksi Roni. Tapi tak hanya koleksi, mobil mewah tersebut juga dimanfaatkan Roni untuk berinvestasi dengan cara diperjual-belikan.

2. Begini Wujud Motor Sitaan yang Tidak Diambil Selama 12 Tahun

Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat, jadi tempat penyimpanan barang bukti kendaraan hasil tilang dan laka lantas (kecelakaan lalu lintas). Adapun sebagai pihak yang bertanggungjawab adalah Direktorat Lalu Lintas PMJ Pool Tahti (Tahanan dan Barang Bukti).

Pantauan detikOto pagi ini (27/2/2019), lokasi penyimpanan kendaraan hasil sitaan terlihat penuh sesak. Bahkan ada beberapa unit motor yang harus ditumpuk untuk menyiasati sempitnya lahan penyimpanan.

"Memang sudah overload sih, mas," kata salah satu petugas yang berjaga.

Alasan utama penuhnya lokasi penyimpanan tersebut karena banyaknya kendaraan yang tidak diambil pemiliknya.

"Ada yang 5 tahun, bahkan sudah 12 tahun nggak diambil-ambil sama pemiliknya," lanjut petugas tersebut.

Bangkai motorBangkai motor Foto: Rifikianto Nugroho

Jika dilihat, kondisi motor yang sudah ditinggal selama 12 tahun itu memang cukup mengenaskan. Salah satu variannya adalah Yamaha F1ZR, yang mengalami rusak parah akibat penuaan dan diterjang perubahan cuaca tiap harinya.

Seluruh bodinya hampir rusak, meski lampu utama dan lampu remnya masih berbentuk. Untuk bagian ban, rem, dan pelek tampak masih berbentuk seperti aslinya. Sementara komponen logam lain seperti knalpot, dan lengan ayun sudah dipenuhi karat. Bahkan untuk knalpotnya nyaris hancur.

Selain Yamaha F1ZR, ada beberapa unit motor bekas lain yang sudah ditinggal di atas 20 tahun. Seperti Astrea Grand, Supra X, dan Yamaha Vega R. Motor-motor tersebut habis pajak antara tahun 2006-2007.


Simak Juga "Lebih Intim dengan Ahmad Sahroni, Sang Crazy Rich Priok":

[Gambas:Video 20detik]

(dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com