Selasa, 02 Apr 2019 20:25 WIB

Cara Scania Lacak Sopir Bus 'Nakal'

Rizki Pratama - detikOto
Bus Scania Foto: Agung Pambudhy Bus Scania Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Seringkali sopir bus dari Perusahaan Otobus (PO) melakukan tindakan menyimpang yang merugikan penumpang dan Pemilik PO-nya. Kebiasaan pola mengemudi yang buruk, sering berhenti lama tanpa mematikan mesin, dan lainnya menjadi masalah umum yang menggerogogit kenyamanan dan keamanan jenis angkutan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Distributor bus dan truk Scania di Indonesia, PT United Tractors Tbk (UT) Connectivity through Command Center. Melalui teknologi Fleet Management Service yang terdapat pada bus dan truk Scania yang terhubung dengan Command Center. para Mitra Usaha dapat mengetahui kondisi bus dan truk serta kinerja pengemudi secara online. Teknologi ini memungkinkan para Mitra Usaha untuk memantau dari jarak jauh atau melalui aplikasi di telpon genggam kapan saja dan dimana saja.



"Melalui system ini kita bisa melacak siapa pengemudi dan bagaimana performanya. Performanya tersebut akan diberikan nilai akhir yang sesuai," ujar General Manager of PT United Tractors Tbk, Harijadi Mawardi dalam acara Scania TransJawa Gathering di Cakung, Jakarta Timur, Selasa (2/4/2019).

Hasil akhir penilaian ditentukan mulai dari yang terbaik mendapatkan nilai A sedangkan yang terburuk D. Indikator penilaiannya antara lain Terbagi atas 6. Speeding, idling, costing, cruise control usage, anticipation, dan hill driviing.



"Dari data yang ditangkap melalui sensor yang terpasang pada bus kami bisa menilai bagian mana dari indikator tersebut pengemudi masih kurang. Informasi ini bisa didapatkan oleh mitra PO kami untuk meningkatkan kualitas jasa mereka," terang Hari.

Menanggapi sopir bus yang biasanya tidak satu dalam satu kali perjalanan, Hari menambahkan hal tersebut juga dapat dideteksi oleh sistem mereka. Setiap pengemudi memiliki tombol sendiri setiap kali mereka bertugas mengemudi.



"Setiap truk ada id button dan hanya pengemudi yang memiliki akses jadi setiap pengemudi bisa diketahui dan diambil datanya untuk penilaian," kata Hari.

Ke depannya Hari berharap melalui sistem ini akan lahir pengemudi yang bertanggungjawab dan memberikan layanan terbaik kepada penumpang.

"Saya harap dengan adanya ini para pengemudi akan berlomba-lomba menjadi yang terbaik. Ke depannya kami akan memberikan apresiasi atau penghargaan untuk mereka yang meraih nilai bagus," pungkas Hari.

Tidak hanya pengemudi, bus Scania pun juga bisa dimonitor bagaimana kondisinya. Mulai dari lokasi, perawatan , konsumsi bahan bakar, hingga kerusakan. Lebih dari itu Scania juga bisa langsung memberikan layanan perbaikan dan konsultasi di mana pun dan kapan dalam kondisi tertentu. (rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed