Jumat, 22 Mar 2019 14:43 WIB

Bus Listrik Melintas di Jakarta, Amankah Kalau Kena Banjir?

Luthfi Anshori - detikOto
Bus Listrik Foto: Pradita Utama Bus Listrik Foto: Pradita Utama
Jakarta - Jika tidak ada aral melintang, bus listrik Transjakarta hampir pasti akan diujicoba pada bulan Mei mendatang. Ada dua merek bus yang bekerja sama dengan PT Transportasi Jakarta, yakni perusahaan lokal MAB dan perusahaan asal negeri tirai bambu, BYD.

Dengan beroperasinya bus listrik di Jakarta, maka transportasi massal itu harus siap menghadapi segala kondisi di jalanan ibu kota. Salah satunya adalah banjir. Sudah menjadi rahasia umum jika kota Jakarta belum bisa bebas dari penyakit itu.



Dikatakan Presiden Direktur PT MAB (Mobil Anak Bangsa) Leonard, bus listrik yang sudah dibuat, dirancang untuk bertahan dari genangan air sekalipun. Jadi motor listrik atau baterai tidak akan korslet meski tergenang air.

"Bus MAB itu ada 12 baterai, yang lokasinya ada di bawah dan sebagian di dalam kabin. Sudah di ujicoba di kedalaman 2-3 meter di bawah air. Tidak ada masalah andai kata terkena banjir. Sebab baterai itu kedap air," kata Leonard, di area JIExpo, Kemayoran, Jakarta.



Berbeda dengan bus listrik MAB, untuk bus listrik buatan BYD memiliki layout baterai yang sengaja dibuat jauh dari jangkauan genangan air. "Yang di sebelah, BYD itu lokasi baterainya di atas atap semua," terang Leonard.

Sekadar informasi, baik bus listrik MAB maupun BYD nantinya akan diuji selama kurang lebih 6 bulan di rute operasional Transjakarta. Dalam uji coba ini, pihak bus Transjakarta akan berusaha mempelajari kekurangan dan kelebihan bus-bus ramah lingkungan itu.



"Akan dilakukan pengetesan sesuai regulasi, di lintasan Transjakarta. Termasuk juga akan dilihat sejauh mana kesiapan infrastruktur charging station, lalu kemampuan untuk merawat bus listrik tersebut," ujar Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono. (lua/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com