Kamis, 21 Feb 2019 14:58 WIB

Bagaimana Nasib Bus Kota Saat MRT dan LRT Beroperasi?

Ridwan Arifin - detikOto
Bus Mayasari Bakti Foto: Ari Saputra Bus Mayasari Bakti Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pemerintah sedang menggenjot ragam sarana transportasi dalam negeri. Banyak sekali istilah bermunculan dari KRL (Kereta Rel Listrik) yang sudah kita kenal, sebentar lagi masyarakat bakal kehadiran seperti MRT (Mass Rapid Transit), dan LRT (Light Rail Transit).

Akankah transportasi bus kota ditinggalkan masyarakat? Asisten Direktur Operasi PT Mayasari Bakti Akhmad Zulkifli mengatakan bahwa saat ini transportasi belum bisa banyak mengubah pikiran masyarakat untuk beralih ke angkutan umum.



"Sekarang moda transportasi mulai berkembang dengan berbagai macam seperti ada MRT dan LRT. Tetapi proses perpindahan dari pribadi ke angkutan umum belum signifikan, jadi kita belum bisa bicara sekarang," ujar Akhmad kepada detikOto.

"Pasti akan berdampak cuma seperti apa dampaknya signifikan atau tidak. Karena bila melihat data-data yang ada proses perjalanan dari penyanggah kota masuk ke DKI Jakarta cukup banyak," ujar Akhmad.

Akhmad bangga melihat keseriusan pemerintah mengatasi mobilitas masyarakat di Jakarta dengan membangun jaringan transportasi massal. Terlebih PO Mayasari Bakti saat ini sudah menjalin kerjasama dengan TransJakarta.



Ia yakin pembangunan mass rapid transit (MRT) dan LRT akan mengatasi kemacetan, karena sebagai langkaslh solutif untuk memberikan opsi masyarakat untuk sampai ke tempat tujuan tepat waktu dan nyaman.

"Apakah yang pindah tersebut merupakan pengguna transportasi busway yang sekarang pindah ke MRT atau dari yang angkutan pribadi. Nah ini yang perlu dianalisa," ungkap Akhmad.

Bagaimana Nasib Bus Kota Saat MRT dan LRT Beroperasi?
(riar/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com