Rabu, 20 Feb 2019 14:26 WIB

Armada Bus PPD yang Tidak Lagi Rongsok

Ridwan Arifin - detikOto
PPD yang kini menjadi Transjakarta Foto: Ridwan Arifin PPD yang kini menjadi Transjakarta Foto: Ridwan Arifin
Jakarta - Empat buah bus besar yang didominasi kelir biru terparkir rapi, menanti untuk dicek perawatan berkala di halaman pool Perum Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD) di Depok, Jawa Barat.

Kini di badan bus sudah terpampang nama besar perusahan BUMD TransJakarta, sebagai tanda bahwa PPD sudah menjalin kerjasama.

Bus PPD yang sudah usangBus PPD yang sudah usang Foto: Ridwan Arifin


Pun demikian dengan kondisi lapangan, hanya menyisakan satu bus PPD yang sudah karatan, terdapat coretan, bangkunya pun sudah usang, sehingga dipensiunkan.

"Ada satu di pojok belakang, sudah tidak terpakai lagi. Rencananya bakal dipotong-potong. Istilahnya direvitalisasi, yang bisa dilihat sekarang diganti dengan bus Transjakarta," ungkap Penanggung Jawab Pool PPD Depok, Kirman kepada detikOto.

Kirman menjelaskan satu pool PPD di wilayah Depok ini mampu menampung bus hingga 62 unit, melayani rute TransJakarta dan TransJabodetabek.



Peremajaan bus dengan menjalin kerjasama dengan TransJakarta bukan tanpa sebab, seperti yang juga dilakukan Perusahaan Otobus Mayasari. Asisten Direktur Operasi PT Mayasari Bakti Ahmad Zulkifli mengatakan bus kota swasta tidak mungkin bisa bertahan lama di tengah gempuran transportasi yang disubsidi pemerintah.

"Mau tidak mau kita harus ganti kulit. Kita bakalan mati, bisa dibayangkan dengan tarif Rp 3.500 bisa keliling dan transit, artinya dari marketing saja sudah jauh," ujar Akhmad.



"Dengan tarif Rp 3.500 sudah dapat subsidi, mobil bagus, kinclong ada SPM yang harus diikuti oleh operator. Artinya memastikan bahwa produk yang digunakan pengguna jasa adalah sebuah produk yang sudah ada standarisasinya, tidak asal-asalan," tambah Akhmad. (riar/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com