Jumat, 25 Jan 2019 13:41 WIB

Kendaraan Listrik Dicoba untuk Angkutan Umum Dulu?

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Bus buatan PT Mobil Anak Bangsa sudah dipakai di Bandara Soekarno Hatta (Foto: Rizki Pratama)
Jakarta - Orang Indonesia masih banyak yang belum ngeh dengan kendaraan listrik. Untuk tahap sosialisasi ada baiknya jika angkutan umum dulu yang menggunakan kendaraan listrik.

Hal itu disampaikan Executive Vice President PT Astra Honda Motor yang juga Ketua Umum Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) Johannes Loman saat berbincang dengan wartawan di Jakarta.




Loman mengacu pada pengalaman produsen kendaraan di China, BYD Automobiles, khususnya. BYD menurut dia aslinya adalah produsen pembuat baterai telepon genggam. BYD kemudian diminta pemerintah China untuk mulai mengembangkan mobil berteknologi listrik, dan sampai akhirnya kendaraan listrik itu bisa digunakan untuk angkutan umum di sana.



"Angkutan umum kan paling banyak beredar di jalanan, tak pernah berhenti," ujarnya.

Baterai kendaraan listrik saat ini tergolong memiliki ukuran besar dan bobot yang berat, jadi kalau dipasang di bus, maka tak terlalu masalah. Karena ini angkutan umum, maka ada cadangan kendaraan jika satu kendaraan habis baterainya.

Untuk motor sendiri, Loman sebelumnya mengatakan, pabrikan masih belum menemukan formula yang pas antara waktu pengisian baterai dan jarak jelajah motor.

"Listrik itu bagaimana baterai bisa murah, dan mengisinya bisa cepat. Sekarang dari semua brand, charging-nya lama dan jaraknya belum jauh," ujar Loman. (ddn/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com