Selasa, 22 Jan 2019 19:45 WIB

Sopir Kendarai Truk 'Goyang' Tidak Punya Otak!

M Luthfi Andika - detikOto
Truk goyang di Pantura Foto: M.Rofiq Truk goyang di Pantura Foto: M.Rofiq
Jakarta - Fenomena truk 'goyang' harus dihentikan karena dinilai sangat berbahaya bagi setiap pelaku di jalanan. Bahkan jika ada sopir berperilaku demikian, pikiran sang sopir yang mengendarai truk perlu dipertanyakan.

Seperti yang disampaikan owner Jakarta Defensive Driving Conculting (JDDC), Jusri Pulubuhu, kepada detikOto.



"Sopir itu (yang mengendarai truk 'goyang'-Red) tidak punya otak, tidak punya logika!" ujar tegas Jusri.

Karena jika dilihat dari kejadian yang terjadi di Bantul, lanjut Jusri. Kejadian truk 'goyang' yang memakan korban ini, tidak bisa berperilaku berkendara yang aman.

"Truk ini over kapasitas, berkendara dengan kecepatan tinggi melakukan manuver yang berbahaya, harusnya yang dia lakukan tidak membawa barang berlebih, tidak dikecepatan tinggi, dan harus hati-hati," ujar Jusri.



Bahkan Jusri juga melihat, kejadian truk 'goyang' yang memakan korban ini bisa disebut sebagai kasus pembunuhan.

"Ini sama saja pembunuhan, jika menabrak orang lain. Karena dia sadar melakukannya. Kecepatan yang tidak sesuai, padahal kalau ada speed limit misalnya harusnya 80 km/jam, harusnya 60 km/jam. Ini bisa saja semakin sulit mengendarainya, karena membawa barang berlebih," tambahnya.



"Jadi seharusnya para pengendara disarankan, pertama untuk mengendarai kendaraan sesuai dengan kecepatan. Kedua, agar kejadian ini tidak terjadi lagi, semua pelaku baik dari pengemudi/sopir truk, penegak hukum, pengusaha, harus mengerti aturan," ujarnya.

[Gambas:Video 20detik]

(lth/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed