Kamis, 10 Jan 2019 15:17 WIB

Waduh! Bukti Tilang Menumpuk di Gudang Kejaksaan Ciamis

Dadang Hermansyah - detikOto
Bukti Tilang di Kejaksaan Negeri Ciamis Foto: Dadang Hermansyah/detikoto Bukti Tilang di Kejaksaan Negeri Ciamis Foto: Dadang Hermansyah/detikoto
Ciamis - Sejumlah barang bukti tilang berupa SIM dan STNK, saat ini menumpuk di gudang Kejaksaan Negeri Ciamis. Soalnya, pemiliknya lebih memilih membuat baru daripada harus menebusnya di loket tilang. Sudah bertahun-tahun setiap bulan rata-rata barang bukti tilang yang tidak diambil pemiliknya mencapai 100 buah.

"Barang bukti tilang STNK dan kebanyakan SIM setiap bulan 100 buah tidak diambil. Itu sudah terjadi bertahun-tahun, sekarang disimpan di gudang," ujar Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Ciamis Ryan Palasi di Kantor Kejari Ciamis Kamis (10/1/2019).



Alasan pemilik tidak mengambil barang bukti tilang lebih memilih membuat SIM baru. Karena SIM yang jadi barang bukti itu sudah akan habis masa aktif. Namun untuk STNK, biasanya pemilik baru diambil ketika akan memperpanjang pajak.

"Sebetulnya ada kebijakan penghapusan denda tilang, tapi ada syaratnya. Tapi yang menjadi beban itu untuk barang buktinya, kalau dimusnahkan tidak bisa. Belum ada di prosedurnya. Bagusnya, kalau misalkan ada prosedurnya, sudah lima tahun keatas barang bukti itu bisa di musnahkan," kata Ryan.

Rian berharap kepada kepolisian untuk barang buktinya sebaikanya STNK, supaya bisa diambil oleh pemiliknya karena masih diperlukan, tidak dibiarkan menumpuk di Kejari.

Ryan menjelaskan, setiap bulan Kejari Ciamis rata-rata menerima tilang 300-500 kasus. Bahkan bisa sampai 1000 saat ada operasi dari kepolisian.

Untuk denda tilang di Ciamis, menurut Ryan sudah yang paling murah berdasarkan pengadilan, bila dibanding daerah lain. Untuk denda terendah sekitar Rp 60 ribu dan paling tinggi sekitar Rp150 ribu, tergantung pelanggarannya. Bila di daerah lain paling rendah itu bisa sampai Rp 100 ribu.



"Sebetulnya tilang itu untuk efek jera, jangan karena tilangnya murah dan mudah jadi keasyikan melanggar. Bahkan sampai tidak mengambil barang bukti," jelasnya.

Kejari Ciamis juga bertekat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan melaksanakan launcing Kejari Ciamis menuju wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM).

Dalam launcing ini, seluruh pegawai Kejari Ciamis berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan dan menjauhi perbuatan korupsi. Seluruh pegawai menuangkan tanda tangan di lembaran besar.

"Dari awal kami sudah berkomitmen mendukung perubahan dalam skala besar. Tapi sebetulnya ini sudah kami coba lakukan sebelum launching saat ini," ujar Kajari Ciamis Sri Respatini di kantornya usai launcing.

Launcing tersebut perlu dilakukan supaya masyarakat tahu dan kenal, Kejari Ciamis sudah masuk wilayah bebas korupsi.

Sebagai bentuk keseriusan dan terlaksana dengan baik, di Kejari Ciamis juga sudah dibentuk SK Koordinator Perubahan, SK Ketatalaksanaan, SK Managemen Sumber Daya Manusia, SK Koordinator Pengawasan dan SK Akuntabilitas Kinerja dan Pelayanan Publik.

"Kalau memang ada pegawai yang berbuat tidak sesuai dengan wilayah bebas korupsi ini tentunya akan ditindak, sanksinya sesuai kajian dan tingkat kesalahannya, dari teguran hingga yang terberat sampai pemecatan," pungkasnya. (lth/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com