Selasa, 18 Des 2018 16:58 WIB

Prediksi Kemacetan Liburan Natal dan Tahun Baru: Tidak Terlalu Padat Kendaraan

Ruly Kurniawan - detikOto
Foto: Pradita Utama
Jakarta - Pusat Pengendali Lalu Lintas Nasional Kepolisian Republik Indonesia (NTMC) tengah mempersiapkan diri untuk menyambut musim libur Natal dan tahun baru yang sebentar lagi akan berlangsung. Diperkirakan, arus mudik atau libur Natal nanti diprediksi akan terjadi tiga hari jelang perayaan dan masih terkendali.



Bila dibandingkan dengan libur lebaran dan hari raya tahun ini, kepadatan kendaraan pada musim akhir tahun diprediksi cenderung rendah. Hal itu dikatakan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri. Irjen Pol Refdi Andri dalam keterangan resminya di situs ntmcpolri.info setelah meninjau ruas Jalan Tol Trans Jawa-Surabaya, kemarin (17/12/2018).

"Prediksi puncak arus mudik Natal akan jatuh pada 22 Desember, sementara arus balik 25 Desember 2018. Sedangkan prediksi puncak arus mudik Tahun Baru jatuh pada 28 Desember dengan puncak arus balik pada 1 Januari 2019," ungkapnya,

"Untuk prediksi kondisi traffic sendiri relatif lebih kecil atau di bawah daripada arus mudik lebaran. Diperkirakan hanya mencapai 88.000 kendaraan baik saat puncak arus mudik natal maupun tahun baru serta arus balik diprediksi hanya mencapai 92.000 kendaraan," lanjut Refdi dalam keterangan tersebut.



Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) di lain kesempatan juga mengatakan semua progres proyek pembangunan akan dihentikan sementara terhitung pada tanggal 19-22 Desember. Pemberhentian akan dilanjutkan pada momen arus padat kendaraan yakni 25, 28, 29 Desember serta 1 Januari 2019.

Refdi juga mengaku sudah memiliki beberapa strategi yang akan diberlakukan jika terjadi kepadatan khususnya pada ruas tol Jakarta-Cikampek. Seperti distribusi beban lalu lintas, optimalisasi kapasitas gerbang tol dan lajur, hingga memberlakukan rekayasa lalu lintas seperti contraflow.

"Strategi pengamanan Nataru 'Natal dan Tahun Baru' sudah dipersiapkan dengan baik. Dengan mendistribusikan beban lalu lintas, optimalisasi kapasitas lajur, optimalisasi kapasitas gerbang tol, hingga pemberlakukan rekayasa lalu lintas Contraflow secara situasional," terangnya. (ruk/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com