Jumat, 16 Nov 2018 11:11 WIB

Oli Palsu Bikin Masa Pakai Kendaraan Berkurang Jadi 1 Tahun

Rizki Pratama - detikOto
Oli Palsu yang disita kepolisian Polda Jabar beberapa waktu lalu Foto: Dok Polda Jabar Oli Palsu yang disita kepolisian Polda Jabar beberapa waktu lalu Foto: Dok Polda Jabar
Jakarta - Salah satu perawatan kendaraan adalah rutin mengganti pelumas. Pelumas berfungsi untuk meminimalisir gesekan pada komponen penggerak mesin dan menjaga suhu agar tidak terlalu panas.

Dikarenakan kebutuhan dan frekuensi penggantian oli yang tinggi, sejumlah konsumen mencari alternatif murah dengan cara membeli oli palsu. Kecenderungan penggunaan oli yang tidak memenuhi standar ini akan berisiko merusak kendaraan.

"Ketika digunakan bisa menyebabkan mesin rontok atau lifetime kendaraan berkurang dari 3 tahun jadi satu tahun," ujar Ketua Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP), Justisiari P. Kusumah. Justisiari menambahkan hal itu dikarenakan adanya kandungan biji besi yang ikut terbawa dari recycle oli bekas yang dijual.



"Oli bekas disuling lagi kelihatannya bagus bahkan seringkali menjadi lebih jernih daripada yang asli. Tapi kalau kita pake laboratorium kita cek di mirkoskop itu ada kandungan biji besi yang bisa merusak mesin pistonnya," ungkap Justisiari.

Selain itu pengelolaan oli bekas recycle yang tidak benar menghasilkan pelumas yang tidak memiliki kandungan yang dibutuhkan untuk melumasi mesin. Hal ini juga dijelaskan oleh General Manager Operation PT Wiraswasta Gemilang Indonesia (WGI), Wahyu Nugroho saat ditemui detikoto beberapa waktu lalu.

"Ada spek yang perlu diperhatikan dalam pengolah oli bekas, diantaranya kandungan air tidak boleh lebih dari 7, tidak boleh ada kandungan Fatty Acid seperti minyak goreng, density 0,9, fuel 5 dan residu tidak boleh lebih dari 14 persen," terang Wahyu. Sekedar informasi, pada saat pemakaian oli bahan bakar yang digunakan akan tercampur dengan oli baik itu solar atau bensin.



Bahan dasar pelumas adalah 80 persen base oil dan 20 persen aditif. "Pada saat pemakaian yang rusak hanyalah aditif tapi base oil menjadi tak jenuh," tambah Wahyu. Oli bekas juga mengandung 3 macam base oil. Pertama base oil dengan SN 150 visco 5 centistoke, kedua dengan SN 350 visco 8-9 centistoke, dan terkahir brightstoke 30 centistoke.

Nah, Otolovers banyak sekali kan kerugian yang didapat jika menggunakan oli bekas yang tidak memenuhi standar ya? Jangan sampai mementingkan harga murah namun malah memberikan pengeluaran lebih besar ketika kendaraan kesayangan anda mengalami kerusakan yang parah. (rip/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed