Selasa, 13 Nov 2018 19:01 WIB

Masih Banyak Orang RI yang Beli Mobil dan Motor dengan Cara Kredit

Rizki Pratama - detikOto
Motor bekas. Foto: Luthfi Anshori Motor bekas. Foto: Luthfi Anshori
Jakarta - Mendekati akhir tahun 2018, Adira Finance mampu meningkatkan pembiayaan mereka Rp 6 triliun lebih besar jika dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut masih dihitung sepeluh bulan berjalan pada tahu 2018 dari bulan Januari hingga Oktober.

"Pembiayaan dari Januari sampai Oktober sudah Rp 31,4 triliun, itu naik Rp 6 triliun dibanding tahun sebelumnya," ungkap Direktur Utama Adira Finance, Hafid Hadeli.


Kenaikan pembiayaan Adira Finance pada tahun ini disinyalir sebagai efek dari pertumbuhan industri otomotif di Indonesia yang juga meningkat tahun ini."

"Faktor utama yang mendukung kenaikkan ini ada pada pertumbuhan di sektor industri roda dua dan roda empat meskipun tidak terlalu besar," ungkap Hafid

Selain peningkatan sektor industri otomotif, Hafid mengungkapkan ada faktor lain yang juga menjadi alasan peningkatan pembiayaan Adira Finance pada tahun 2018 ini. Faktor lain tersebut adalah hasil dari peningkatan kerjasama Adira Finance dengan diler-diler di Indonesia.

"Organisasi kita lebih fokus dalam penjualan saat ini, dengan menigkatkan kemampuan kita untuk mencapai kerjasama dengan diler maka kita akan mendapatkan nasabah," tambah Hafid.


Dengan capaian demikian hingga Oktober 2018 Adira Finance yakin mampu mencapai target pada tahun ini.

"Rasio penyaluran terhadap target on track, kita targetkan tumbuh 10 persen. Sampai Oktober sudah sampai 8 persen, jadi dua bulan terakhir tahun ini optimis bisa mencapai target itu," pungkas Hafid. (rip/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed