Rabu, 25 Jul 2018 12:50 WIB

Polisi Tilang Penunggak Pajak dan Pemasang Stiker di Pelat Nomor

Nur Azizah - detikOto
Foto: Tilang di Rawabuaya (Nur Azizah/detikcom) Foto: Tilang di Rawabuaya (Nur Azizah/detikcom)
Jakarta - Polisi menilang pemilik mobil dan motor yang pajaknya jatuh tempo di Jalan Lingkar Luar Barat, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Tak hanya itu, pemilik mobil yang memasang stiker di pelat nomor kendaraan juga disemprit.

Pantauan di lokasi, Rabu (25/7/2018), penertiban itu berlangsung sejak pukul 09.30 WIB. Tilang ini dilakukan tim gabungan dari Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB dan BBN-KB) Polres Jakarta Barat.

"Kalau yang razia dari kepolisian itu razia rutin ya, kalau yang untuk hari ini untuk razia kepatuhan masyarakat apabila dia tidak membayar pajak kalau itu kita tilang," kata Kepala Unit Pelayanan PKB dan BBN-KB Jakarta Barat Elling Hartono di lokasi.
Prit! Penunggak Pajak dan Pemasang Stiker di Pelat Nomor DitilangPolisi mencopot stiker yang dipasang di pelat nomor. (Nur Azizah/detikcom)

Ada beberapa pemilik mobil dan motor yang kena tilang di lokasi karena menunggak pajak kendaraan. Sementara itu, salah seorang pemilik mobil, H Sueb, sempat ribut dengan polisi karena laju mobilnya disetop dan stiker di pelat nomornya dicopot.

"Bapak tahu kalau masang stiker di pelat nomor itu tidak diperbolehkan? Emang ada aturannya? Nggak ada! Coba pasal berapa, ada nggak?" cecar Sueb kepada polisi.

Sueb terlihat kesal karena stiker garuda yang ada di pelat nomor mobilnya dicopot. Sueb mengaku anaknyalah yang memasang stiker tersebut.

"Bukan saya yang pasang, itu anak saya. Ini kan mobil dia bawa kuliah. (Dicopot) ya biarinlah," ujarnya.
Loket yang disediakan bagi para penunggak pajak kendaraanLoket yang disediakan bagi para penunggak pajak kendaraan. (Nur Azizah/detikcom)

Di lokasi yang sama, Kanit Polres Jakbar AKP Beddy menjelaskan pemasangan stiker di pelat nomor memang tidak diperbolehkan. Sebab, stiker itu bisa menutupi atau mengganggu tulisan angka atau huruf di pelat tersebut. Meski begitu, Beddy mengatakan pemasang stiker tidak dikenai denda dan hanya ditegur.

"Tidak diperbolehkan. Takutnya nanti kalau terjadi kecelakaan, stiker itu bisa menutupi atau menghalangi pelat nomor kendaraan yang dimaksud," terangnya.

Selain menilang, polisi menyediakan loket pembayaran pajak bagi para pemilik kendaraan penunggak pajak. Mereka bisa antre dan memperpanjang masa berlaku STNK kendaraan mereka.


Tonton juga video: 'Polisi Cari Penunggak Pajak Ferrari'

[Gambas:Video 20detik]



(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com