Rabu, 18 Jul 2018 15:34 WIB

Kendaraan Listrik Ancam Industri Komponen Otomotif?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Mobil hybrid jadi pilihan pertama (Foto: Ruly Kurniawan) Mobil hybrid jadi pilihan pertama (Foto: Ruly Kurniawan)
Jakarta - Indonesia saat ini tengah menyongsong era kendaraan listrik. Kendaraan listrik dibutuhkan untuk lebih bersahabat terhadap lingkungan. Soalnya, kendaraan bermesin bakar mengeluarkan emisi gas buang yang membahayakan bagi lingkungan.

Pemerintah Indonesia sendiri merencanakan tahun 2025 ditargetkan 20 persen produksi mobil di Indonesia adalah kendaraan dengan sentuhan elektrifikasi, termasuk mobil hybrid. Pada 2025 target produksi mobil di Indonesia adalah sebanyak 2 juta unit. Artinya, 200.000 kendaraan yang diproduksi di Indonesia pada tahun itu adalah kendaraan elektrifikasi.



Di sisi lain, mobil listrik disebut mengancam industri komponen otomotif di Indonesia. Sebab, mobil listrik tak memerlukan komponen sebanyak mobil konvensional.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, mengatakan terlalu dini kalau dibilang kendaraan elektrifikasi bisa mematikan industri komponen otomotif. Sebab, kata dia, untuk menuju industri kendaraan listrik itu membutuhkan beberapa tahapan. Jadi tidak serta merta langsung menuju kendaraan listrik sepenuhnya.

"Kendaraan listrik yang dimaksud itu pun sebenarnya electrified vehicle. Termasuk hybrid, dan plug-in hybrid dan akhirnya adalah ke fuel cell atau kendaraan bertenaga hidrogen," kata Putu di acara focus group discussion "Senjakala Industri Komponen Otomotif dalam Menghadapi Era Mobil Listrik di Indonesia" di Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Untuk tahap pertama menuju era kendaraan listrik, Indonesia akan mengadopsi kendaraan hybrid terlebih dahulu. Sehingga, industri komponen otomotif yang ada saat ini masih tetap dibutuhkan.



"Di hybrid maupun plug in hybrid itu tetap menggunakan fuel. Sehingga kalau dibilang senjakala ini sepertinya kurang tepat," ucap Putu.

Sekretaris Jenderal Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) Wan Fauzi menambahkan pihaknya diharapkan siap menghadapi peta jalan pemerintah yang pada 2025 ditargetkan kendaraan elektrifikasi (termasuk mobil hybrid dan plug-in hybrid) sebanyak 20 persen dari total produksi kendaraan di Indonesia.

"Kita mempersiapkan segala halnya. Kalau mobil listrik ini kita belum tahu materialnya. Apakah plastik lebih banyak atau metalnya yang lebih banyak. Karena ini mempengaruhi kita membuat komponen. Kalai teknologi kita bisa ikutin. Karena bertahap bukan cuma langsung listrik semua. Kalau bertahap ini kita siapkan komponen mana yang masih diperlukan. Seperti tangki bahan bakar, knalpot, komponen engine covernya yang dibuat di ukm masih dibutuhkan di mobil hybrid," sebut Wan Fauzi. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed