Beban berlebihan membuat truk meluncur di turunan tanpa terkendali. Kecelakaan itu pun mengakibatkan belasan korban meninggal dunia.
Berbagai pihak beberapa kali sudah mengkampanyekan agar truk tak lagi kelebihan muatan. Tapi, masih ada saja truk yang kelebihan muatan meski sanksi berat menanti. Padahal, truk kelebihan muatan itu banyak ruginya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wah namanya berlebihan (over) jelas punya potensi merugikan," kata instruktur di Rifat Drive Labs, Andry Berlianto, kepada detikOto, Selasa (22/5/2018).
Yang pasti, setiap kendaraan punya batas toleransi angkut beban. Batas toleransi itu dapat dilihat dari spesifikasi kendaraan.
"Jika mendapat beban berlebih maka banyak part yang akan sengsara menanggung beban," ucap Andry.
Akibatnya, pengusaha truk harus mengeluarkan biaya berlebih untuk servis truk. Sebab, truk kelebihan muatan membuat banyak komponen cepat aus.
Dari sisi safety driving juga truk kelebihan muatan bakal menimbulkan banyak kerugian. Salah satunya, pengemudi jadi susah menangani truk.
"Dari sisi handling pun akan berpengaruh karena keseimbangan jadi tidak terjaga. Potensi oleng bahkan jatuh bisa terjadi kapan saja," ucap Andry.
Truk kelebihan muatan juga berpotensi merugikan negara. Jalan jadi cepat rusak akibat truk dengan beban berlebih. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Mobil Pribadi Isi Pertalite Dibatasi, per Hari Maksimal Rp 500 Ribu
Australia 'Lumpuh', Hampir 500 SPBU Kehabisan BBM!