Seperti yang disampaikan instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, kepada detikOto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu menurut Jusri, jika memang Indonesia ingin menyediakan tempat berteduh untuk pengendara motor saat berteduh. Pemerintah harus mengerjakan rekayasa kemacetan.
"Harus saling bekerja untuk mengerjakan rekayasa traffic seperti Malaysia. Ini bisa saja diterapkan di kota-kota besar, tapi lahan-lahan itu tidak tersedia dengan murah. Jadi ketiga institusi tadi harus menganalisis dampak lingkungan dari rekayasa trafic," ujar Jusri.
"Jangan buat kantong (seperti tenda-tenda untuk pengedara meneduh-Red) buat masalah baru. Seperti bisa membuat angkot ngtem, atau para ojek online berteduh. Agar pengendara lainnya bisa nyaman," tambahnya. (lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Presiden Prabowo: RI Jangan Cuma Jadi Pasar, Harus Bikin Mobil-Motor Sendiri
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit