Jumat, 26 Jan 2018 16:49 WIB

Nasib Transportasi Umum Setelah Ada Ojek Online

Ruly Kurniawan - detikOto
Foto: Ruly Kurniawan Foto: Ruly Kurniawan
Depok - Di awal tahun ini pemerintah mempercepat pengadaan transportasi umum khususnya bus di wilayah Jabodetabek. Rencananya dalam dua bulan ke depan akan ada 700 unit bus yang dihadirkan oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Namun melihat perilaku masyarakat yang lebih cenderung menggunakan ojek online, bagaimana tanggapan BPTJ?

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono menuturkan bahwa penyedia jasa kendaraan berbasis online atau ojek online tidak berpengaruh banyak. Karena menurut daftar yang dikelola oleh timnya, pergerakan warga Jabodetabek masih tinggi meski dibandingkan oleh jumlah ojek online ataupun transportasi umum yang disediakan.

"Pergerakan orang itu mencapai 40 juta sedangkan kita baru mampu mengangkut 6 juta orang dengan keadaan MRT dan LRT jadi, bus sudah terealisasi (1.000 unit). Bayangkan, gapnya masih besar banget itu sehingga masih ada kemungkinan yang besar bahwa kendaraan umum yang selalu kita sediakan dipakai," kata Bambang di Depok, Jumat (26/1/2018).

"Maka sebenarnya tidak ada masalah transportasi online (ojek online). Yang jadi tantangannya adalah pelayanan kenyamanan dan keamanannya. Karena kan keduanya itu berbeda. Namun kita masih tetap optimistis dari data tersebut," tambahnya.

Sementara mengenai 700 bus baru di Jabodetabek, Bambang mengatakan hal itu berdasarkan permintaan pemerintah. "Target pemerintah adalah kita menyediakan 1.000 bus sekarang baru terealisasi sekitar 300 unit. Ini akan kami kejar awal tahun 2018 jadi sekitar 2 bulan ini kita akan merealisasikan hal tersebut," tutup Bambang.

(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com