Kamis, 11 Jan 2018 19:17 WIB

Ada Proyek Infrastruktur Jokowi, Truk-truk Daimler Laris Manis

Muhammad Idris - detikOto
Foto: Grandyos Zafna. Foto: Grandyos Zafna.
Jakarta - Proyek-proyek infrastruktur yang digeber selama masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) berkontribusi besar pada peningkatan penjualan truk, khususnya di segmen pasar perusahaan konstruksi.

President Director PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI), Markus Villinger, mengungkapkan pihaknya merasakan adanya kenaikan permintaan truk pasca kebijakan percepatan infrastruktur pemerintah dalam setahun terakhir.

"Yah jelas (ada kenaikan) dari proyek-proyek pemerintah. Benar-benar bisa mendorong sektor konstruksi secara total (penjualan)," kata Markus ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (10/1/2018).

Kendati demikian, sambungnya, penjualan yang positif juga ditopang dari sektor lain yang bergairah di tahun 2017, seperti pertambangan. Namun demikian, dirinya enggan merinci kenaikan sales sepanjang tahun lalu. "Tapi tidak hanya infrastruktur ya. Juga dari komoditas, khususnya batu bara. Semua (komoditas) naik (harganya)," ujar Markus.

Dia menjelaskan, sebagai gambaran, untuk truk model Axor yang baru diluncurkan tahun lalu, pihaknya menargetkan tahun ini bisa memproduksi 1.000-1.500 unit. Sementara tahun lalu diproduksi sekitar 500 unit. Saat ini pihaknya memiliki 10 line up truk Axor antara lain 1623 C, 2528 C, 2528 RMC, 4028 T, 4928 T, 2528 R, 2523 R, 1623 R/51, dan 1623 R/60.

Menurutnya, penjualan truk lainnya seperti Actros dan bus Mercedez-Benz juga diklaim mencatatkan penjualan terbaiknya di Indonesia pada tahun 2017 lalu.

"Tahun 2017 merupakan tahun luar biasa bagi kami. Ditandai oleh berbagai titik balik dan pencapaian bisnis dan kepuasan pelanggan. Ini membuktikan Mercedez-Benz menawarkan kualitas terbaik dalam kelas kendaraan niaga, didukung kinerja mesin bermutu, keamanan terjamin, dan kenyamanan," papar Markus.

Dia juga menyinggung soal tantangan di tahun 2018 yang merupakan tahun pemilu. Namun demikian, tingginya tensi politik tak mempengaruhi rencana dan strategi Daimler di Indonesia. "Kita punya rencana jangka panjang, dan itu tidak terpengaruh," jelas Markus.

Mercedez-Benz sendiri mulai hari ini mengumumkan strategi baru dengan menggabungkan bisnis kendaraan niaga yang terdiri dari Daimler Truck dan bus, ke dalam perusahaan baru yakni PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI). Strategi ini diambil untuk lebih fokus pada kendaraan niaga di Indonesia. (idr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed