Dijelaskan Ketua Umum Ikatan Ahli Teknik Otomotif (IATO) Indonesia, Ing Gunadi Sindhuwinata, pasokan listrik diperkirakan jadi masalah kendaraan lsitrik untuk daerah.
"Saya pikir kalau di daerah yang kita bayangkan masalah suplai listriknya," ujarnya kepada wartawan, pada acara 23rd Small Engine Technology Conference (SETC), di JCC Senayan, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dibandingkan dengan jangkauan yang harus ditempuh seperti di Jakarta itu jauh berkurang, kalau kita satu hari bisa 60 km misalkan ke Depok mungkin bolak-balik, tapi kalau di daerah nggak perlu segitu jarak tempuhnya, jadi baterainya pun juga penggunaannya tidak begitu berat," tuturnya.
Selain itu, dalam hal pengisian baterainya, dikatakan Gunadi, juga akan lebih irit.
"Waktu pengisian mereka juga pasti lebih jarang. kalau di sini mungkin sehari harus diisi, di sana mungkin dua sampai tiga haru baru diisi," ucapnya.
Dari segi kebutuhannya pun, lanjut Gunadi mengatakan, akan berbeda dengan penggunaan di kota besar. "Di sini untuk menerobos kemacetan dan sebagainya diperlukan itu, di sana nggak perlu. Ini problem lain yang mungkin muncul problem sosial, rasanya sih beda juga gitu. Memang di daerah ibu kota dan sekelilingnya ini masalah-masalah lebih berat," pungkasnya. (khi/rgr)












































Komentar Terbanyak
Ini Dia Wujud Pick Up India yang Sudah Berstiker Koperasi Merah Putih
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Muncul Dugaan Indonesia Dijadikan 'Tong Sampah' Pickup India