Seperti misalnya truk berlebihan muatan, adanya pedagang asongan, hingga menaik-turunkan penumpang seenaknya di kawasan jalan tol.
"Di Indonesia truk overload nggak dikendalikan, tandanya gampang lihat saja banyak yang patah as roda, sudah gitu jalannya lambat, jalan jadi rusak kita perbaiki terus," kata Direktur Operasi II Jasa Marga, Subakti Syukur melalui sambungan telepon kepada detikOto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan pihaknya bakalan mengembalikan kondisi jalan tol seperti zaman dahulu yang tertib, meski belum menjelaskan kapan waktu pastinya.
"Nanti mau kita ulangi kayak dulu, enggak ada itu mobil boleh nyalip dari kiri, truk lebih ditata bebannya kalau sumbu melebihi 12 ton dia harus memanggil truk lain memindahkan muatannya, jalan lambat di jalur kanan juga itu kan menghambat pengendara lain," tutur Subakti.
"Kita sudah diskusi intens dengan perhubungan dan kepolisian tapi belum tahu kapan, nanti diterapkan di salah satu lajur dulu untuk percobaan," jelasnya. (dry/rgr)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Beredar Info Razia Pajak Kendaraan di Tol, Ini Fakta di Baliknya
Muncul Lagi Usulan Larangan Penunggak Pajak Beli BBM Subsidi