Shell meracik ulang bahan bakar minyak (BBM) Super dan V-Power dengan teknologi Dynoflex. Harga jual kedua produk bahan bakar ini akan tetap sama.
"Untuk harga, masih akan sama seperti yang ada sekarang. Namun kita memberikan keuntungan lebih kepada konsumen. Ke depannya (harga jual BBM Shell-Red) tergantung harga minyak dunia," ujar General Manager Retail untuk Indonesia, Singapura, Hong Kong, Wahyu Indrawanto di Jakarta.
Wahyu berharap, dengan kualitas BBM yang lebih baik, Shell bisa lebih berkembang di Indonesia. "Saya harapkan ada peningkatan pertumbuhan, karena ini kembali lagi seperti yang saya katakan kami memberikan benefit lebih untuk konsumen. Pertumbuhannya berapa persen tidak bisa katakan," katanya.
"Untuk Indonesia memang market share kita masih kecil, karena SPBU-nya masih 79 SPBU. Tahun ini akan ada penambahan SPBU? Kita harapkan ada penambahan SPBU, kita punya dua model. Satu semua aset punya Shell dan dioperasikan oleh retailer, dan kedua SPBU Shell yang semuanya dimiliki retailer," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu Wahyu juga menambahkan Indonesia menjadi negara kedua yang merasakan teknologi Dynoflex setelah Hong Kong. Inggris akan menyusul kemudian. "Tahun ini akan ada 20 negara yang merasakan Dynoflex, baru tahun depan Shell Dynoflex ada di seluruh dunia," katanya. (lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?