Menurut Lubricant Product Development Pertamina, Mia Krishna, sesuaikan kebutuhan pelumas kendaraan dengan rekomendasi pabrikan yang bisa dilihat di buku manual pemilik kendaraan. Begitu juga kendaaan yang sudah berumur lama.
"Mobil-mobil yang berumur lama, tetap pakai oli yang sesuai manual. Mobil berumur 20 tahunan pun usahakan sesuai manual," kata Mia di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya biasanya pakai 20W-50 dan sudah mulai berisik, coba pertimbangkan pakai yang 10W-60. Logikanya, dengan bertambah umur kan mesin akan aus, gap di mesin bertambah, dengan membesarnya gap, dibutuhkan pelumas yang lebih mampu mengisi gap tersebut," ucap Mia.
Namun, lanjut Mia, tidak selalu memakai pelumas yang lebih kental itu lebih baik. Makanya, Mia menyarankan untuk mencoba terlebih dahulu pakai kendaraannya beberapa kilometer. Kalau dirasa kendaraan lebih enak, berarti memang sudah cocok menggunakan pelumas yang lebih kental itu.
"Tapi ada juga yang tua tapi tidak terlalu tua, misalnya gap di dalam mesinnya tidak sebesar yang perlu 10W-60, mungkin dia perlu yang 20W-50 dulu. Itulah saya bilang coba dulu. Asalkan performance levelnya tetap sesuai buku manual," ujar Mia.
"Jangan beranggapan bahwa ada pelumas terbaru 0W-20 API SN, misalnya, cocok untuk mobil tahun 1994, dipastikan kalau begitu mesinnya akan rusak. Karena tidak sesuai dengan kebutuhan engine, terlalu encer pelumasnya. Jadi lihat buku manual saja," kata Mia.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge