Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Selasa 14 Februari 2017, 11:26 WIB

'Bapak Avanza' Gugat Bos Toyota Indonesia

Dina Rayanti - detikOto
Bapak Avanza Gugat Bos Toyota Indonesia Hiroyuki Fukui (Kiri) Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Merasa dipecat dengan alasan yang tidak jelas, mantan karyawan PT Toyota Astra Motor, Achmad Rizal yang sempat menjabat sebagai Division Head of Product Planning and Development Division menggugat Presdir TAM, Hiroyuki Fukui.

Rizal diberi tahu atasannya kalau dia harus mundur bulan Februari 2016, kemudian per Juni dia harus resmi keluar dari TAM. Setelah dipecat dari Toyota , Rizal dimutasi ke perusahaan milik Astra lainnya PT Energia Prima Nusantara yang bergerak dalam bidang pembangkit listrik swasta.

Rizal yang merupakan alumni Teknik Mesin ITB angkatan 1990 berperan dalam pengembangan mobil-mobil hit Toyota di Indonesia seperti Avanza, Kijang Innova, Sienta, Rush TRD Sportivo dan lain sebagainya. Mobil terakhir yang digarapnya adalah Yaris Heykers.

'Bapak Avanza' Ini Gugat Bos Toyota IndonesiaFoto: Rois Jajeli


"Ini baru, sebelumnya belum pernah ada. Semenjak Toyota berdiri baru ada kejadian seperti gitu dan baru saya. 19 tahun kerja sama Toyota baru sejak Fukui jadi Presdirnya saya dimutasi, tidak menghargai padahal sudah berkontribusi tanpa ada penjelasan yang jelas langsung tiba-tiba diminta keluar dari TAM," kata Rizal di sela-sela konferensi pers di Jakarta.

Achmad Rizal (kedua dari kanan) didampingi kuasa hukum dan perwakilan dari Ikatan Alumni ITBAchmad Rizal (kedua dari kanan, berbaju putih) didampingi kuasa hukum dan perwakilan dari Ikatan Alumni ITB Foto: Dina Rayanti


Pihaknya sudah mencoba menghubungi Fukui melalui Henry Tanoto, Wakil Presdir TAM namun belum juga menemui kejelasan.

Ada 3 pihak yang tergugat dalam hal ini yaitu Hiroyuki Fukui, PT TAM, dan Menteri Tenaga Kerja (turut tergugat) karena tidak ada aturan soal tidak adanya perlindungan terhadap tenaga kerja yang dimutasi. Ia juga menuntut ganti rugi materil sebesar Rp 5 miliar dan kerugian immaterial sebesar Rp 150 miliar. Namun Rizal mengatakan soal nilai kerugian ini bukan masalah yang penting, dia hanya ingin kejelasan mengenai pemecatannya dari TAM.

Menanggapi hal tersebut pihak TAM mengatakan kalau mereka belum tahu menahu soal gugatan yang dilayangkan kepada mereka.

"Saya baru dengar, saya kan bagian eksternal lebih ke produk branding. Kalau ini masalah internal HR (Sumber Daya Manusia) saya nggak tahu seperti apa. Nanti saya koordinasi ke internal TAM dulu," kata Executive General Manager PT TAM, Fransiscus Soerjopranoto.

Telepon yang dilayangkan detikOto ke Wakil Presiden PT Toyota-Astra Motor Henry Tanoto pun tak berbalas. (dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
FJB Otomotif +