Hal tersebut dikatakan Sales & Marketing Division Head Renault, Ario Soerjo merupakan sistem yang baik, namun ada hal yang harus diperhatikan.
"Sebenarnya intinya cuma satu, semua itu database cuma satu intinya, mau tilang elektronik, kalau databasenya enggak bener sama saja, mau pakai kamera, itu intinya databasenya," ujarnya kepada wartawan, di Tangerang, Jumat (16/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berapa lama tuh beresin database-nya itu. Misalnya saya menggunakan mobil orang lain, kena foto ditilang, terus mobilnya bekas dan beli dari orang lain, kan surat tilangnya sampai kemana kalau online, kita gak tahu kan," tuturnya.
"Makanya PR-nya database-nya itu biar bagus, kalau sudah bagus pasti berjalan dengan maksimal. Karena ujung-ujungnya kemudahan buat semuanya," tambahnya.
Tapi pada dasarnya menurut Ario sistem tilang elektronik tersebut akan mempermudah semuanya. "Tapi itu bagus dan membuat semua hukum mudah, maupun dari penegak jalan ataupun masyarakat, saya support itu," tuturnya.
Namun di lain sisi, lanjut Ario mengatakan walaupun tilang elektronik tersebut berjalan masih ada hal-hal yang harus dibenahi.
"Kalau saya sih lebih ngelihat yang ngetem, yang tidak pernah pake helm, atau ngelawan arah, itu lebih membantu mengurangi kemacetan. Karena dengan hilangnya yang begitu, meskipun macet tapi bisa lebih lancar. Tapi saya support, semua yang memudahkan kita suport," pungkasnya.
(khi/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas