Tren Kendaraan Listrik, Bagaimana Nasib Produsen Pelumas?

Tren Kendaraan Listrik, Bagaimana Nasib Produsen Pelumas?

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Senin, 21 Nov 2016 07:41 WIB
Tren Kendaraan Listrik, Bagaimana Nasib Produsen Pelumas?
Foto: Rachman Haryanto
Nusa Dua - Tren mobil listrik atau motor listrik ke depan niscaya akan lebih berkembang. Bagaimana nasib produsen pelumas saat kendaraan listrik beredar di jalanan? Seperti kita ketahui kendaraan listrik tidak menggunakan pelumas seperti mesin konvensional.

"Kendaraan listrik memang harus kita antisipasi, kita sudah mulai kaji. Tapi apakah Pertamina Lubricants akan keluar dari core (inti bisnisnya) itu keputusan corporate (Pertamina Persero), apakah kita akan menjadi produsen baterai itu keputusan corporate," ujar Direktur Utama PT Pertamina Lubricants Gigih Wahyu Hari Irianto di Nusa Dua, Bali.

Dia mengakui teknologi mobil masa depan seperti listrik sudah mulai berkembang, tetapi hal itu juga tergantung negara masing-masing apakah sudah siap dengan infrastruktur pengisian baterai kendaraan listrik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Migrasinya 10 tahun mobil listrik oke, semua (produsen pelumas) akan terkena, jadi saya tidak sendirian, kita lihat tren aja, kami hanya konsentrasi memenangkan market. Saya kira Pertamina Lubricants concern saja ke lubricants," ujarnya.

Sebenarnya, lanjut Gigih, untuk mengantisipasi perkembangan pasar, Pertamina sudah menyiapkan penelitian sendiri. Hasilnya, kendaraan berbahan bakar biodiesel, sudah bisa ditaklukkan oleh Pertamina Lubricants, Pertamina Lubricants diklaim Gigih sebagai satu-satunya produsen pelumas di Indonesia yang sudah memproduksi pelumas untuk mesin berbahan bakar biodiesel. Riset yang lain juga tengah dilakukan.

"Pertamina sudah punya pelumas untuk kendaraan generasi berikutnya. Fastron Platinum (pelumas untuk mobil super) misalnya, jadi kita enggak ketinggalan zaman. Pelumas biodiesel itu hanya kita. Jadi kita sudah antisipasi perkembangan teknologi 2 tahun ke depan. Itu lah kekuatan Pertamina. Kita sudah punya riset sendiri, Lubricant Technology Center, itu yang pusat riset yang terbesar, ada alat uji," ujarnya sambil berjanji mengajak wartawan melihat Lubricant Technologi Center yang akan diresmikan.

(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads