Dan nyatanya, mayoritas korban kecelakaan berada di usia produktif. Itulah yang menyebabkan 63 persen dari seluruh kecelakaan lalu lintas, korban kecelakaan atau keluarga yang ditinggalkan mengalami kemiskinan.
"Siapapun yang terlibat kecelakaan, 63 persen mengakibatkan kemiskinan pada keluarga korbannya," kata Adriyanto Wiyono dari Indonesia Defensive Driving Center dalam presentasinya di acara Amazing Rush yang diadakan detikOto bersama Toyota, Minggu (29/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena usia 17-30 tahun paling sering di jalan raya. Ya ke kantor, ke kampus, ke sekolah," sebut Riyan.
Dia melanjutkan, banyak faktor yang menyebabkan masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Beberapa diantaranya adalah kecenderungan memiliki kendaraan pribadi yang mudah hingga budaya tertib lalu lintas yang masih rendah.
"Budaya lalin masih rendah. Contohnya, masih ada anak sekolah dari SD lulus ke SMP, minta hadiahnya motor. Terus dikasih sama orang tuanya, katanya sayang. Banyak sekali alasan. Efeknya apa? Banyak korban di jalan raya," ujar Riyan.
(rgr/ddn)











































Komentar Terbanyak
Pertalite Mau Dibatasi, Bahlil: yang Kaya Jangan Ambil Hak Rakyat
Viral Ribut-ribut Perkara Parkir: Istri Turun buat Nge-tag Tempat, Emang Boleh?
Trik Tutupi Pelat Nomor Demi Hindari ETLE Nggak Bakal Mempan