Untuk mewujudkan transportasi publik otonom, Singapura menggandeng beberapa peneliti dari Singapore-MIT Alliance for Research and Technology (SMART), National University of Singapore, dan Kantor Teknologi dan Penelitian.
Selain terkait perkembangan teknologi di bidang otomotif, Singapura dengan populasi 5.3 juta penduduk tidak banyak yang berprofesi sebagai sopir bus atau truk. Hal itu tentu berkaitan nantinya dengan transportasi publik utamanya bus jika profesi sebagai sopir tidak banyak diminati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudah ada beberapa proposal dari perusahaan ternama yang berminat untuk mengerjakan proyek tersebut. Tercatat ada delapan perusahaan beberapa diantaranya yaitu Uber Technologies, BMW, dan Toyota Group.
Lalu, kapan Indonesia menyusul Singapura ya?
(lth/ddn)










































