Namun, percaya tidak percaya masalah itu bukan hanya disebabkan oleh penjualan mobil dan motor yang tidak bisa direm. Pertumbuhan jalan pun menjadi penyebab masalah utamanya.
"Itu (masalah kemacetan) perlu koordinasi dengan menteri-menteri lainnya seperti Menteri Perhubungan," kata Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Saleh Husin di sela acara Peresmian Pabrik Furukawa Indomobil Battery Manufacturing di Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (5/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara pasar kita kan terbuka. Kalau kita setop disini, pasar luar negeri yang masuk. Dengan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) bulan Desember nantikan produksi luar negeri akan masuk dengan bebas," kata Saleh.
Dengan alasan tersebut, pasar otomotif nasional tidak bisa dimatikan. Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian akan tetap mendorong produksi lokal agar bisa bersaing di kancah global.
"Apa kita matikan yang di lokal? Tentu kan kita harus dorong. Tapi kembali lagi tentang kemacetan itu keterkaitan kementerian-kementerian lain untuk menata agar masyrakat juga punya pilihan. Baik pilihan untuk mereka menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum yang memadai," tegas Saleh.
(rgr/lth)












































Komentar Terbanyak
Pemerintah Ancam Cabut Izin Gojek-Grab Andai Tak Patuhi Komisi 8%
Pemilik Kendaraan yang Belum Bayar Pajak Didatangi Petugas Samsat
Viral Pengemudi Calya Ngamuk, Patahkan Spion-Wiper Mini Cooper