Hindari Kecelakaan, Jangan Berkendara Saat Marah atau Sedih

Tabrakan Maut di Pondok Indah

Hindari Kecelakaan, Jangan Berkendara Saat Marah atau Sedih

- detikOto
Rabu, 21 Jan 2015 11:16 WIB
Hindari Kecelakaan, Jangan Berkendara Saat Marah atau Sedih
Jakarta -

Faktor psikologi atau kondisi emosional saat berkendara sangat memengaruhi keselamatan berkendara. Oleh karena itu sangat disarankan untuk tidak mengendarai mobil atau sepeda motor saat kondisi emosi sangat senang, marah, atau tengah bersedih.

"Faktor psikilogis pengguna kendaraan sangat berkorelasi terhadap cara dan tingkah laku berkendara," tutur Presdir Indonesia Defensive Driving Center, Bintarto Agung saat dihubungi detikOto (21/1/2015) menyikapi kecelakaan maut mobil Outlander Sport di Pondok Indah.

Pada saat marah, detak jantung seseorang akan berdetak lebih kencang. Terlebih pikiran yang masih terfokus pada peristiwa yang memicu kemarahannya masih menyesaki pikirannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibatnya, syaraf sensorik juga dalam kondisi ruwet karena informasi yang terekam juga saling berkelindan. Walhasil, konsentrasi orang yang bersangkutan terpecah-pecah. Konsentrasi pun buyar alias tidak fokus.

Dengan kondisi seperti itu, maka gerakan tubuh yang digerakkan syarat motorik juga kacau. Sehingga respons seseorang bisa berbeda jika menerima perintah dari otak. "Sehingga kecelakaan bisa terjadi," ujar Bintarto.

Kondisi serupa bisa terjadi saat orang dalam kondisi sedih, atau terlalu gembira. Saat sedih, orang tak akan konsentrasi. Begitu pun di saat gembira secara berlihan, sebab dengan luapan kegembiraan yang berlebihan menjadikan orang tak fokus dengan apa yang tengah dihadapi.

Mereka bisa lengah, dan jika saat berkendara bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain. Kondisi seperti itu, semakin runyam jika seseorang yang memiliki karakter cepat marah, mau menang sendiri, serta tidak memiliki rasa sosial membangun kebersamaan.

Oleh karena itu sangat disarankan, jika seseorang yang dalam kondisi marah karena berbagai penyebab, atau sangat sedih, atau saat terlalu gembira, sebaiknya segera menyadari kondisi yang tengah dihadapi.

Β "Jika tidak bisa meredakan emosi yang ada, sebaiknya berhenti sejenak hingga keadaan emosi kembali normal. Ini demi keamanan bagi diri sendiri dan orang lain," ucap Bintarto.


(arf/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads