Seberapa Efektif Larangan Penggunaan Ponsel Sambil Mengemudi?

Seberapa Efektif Larangan Penggunaan Ponsel Sambil Mengemudi?

- detikOto
Jumat, 25 Jul 2014 19:26 WIB
Seberapa Efektif Larangan Penggunaan Ponsel Sambil Mengemudi?
Colorado - Universitas of Colorado Boulder menemukan kanyataan yang berlawanan dengan klaim menyamakan berkendara dalam keadaan mabuk dengan pengendara yang menyetir sambil menggunakan ponsel. Ternyata aturan ketat terkait penggunaan ponsel tidak berhasil menurunkan tingkat fatalitas di jalan.

Penelitian-penelitian sebelumnya telah banyak menggambarkan betapa berbahayanya menggunakan ponsel sambil berkendara. Tapi penelitian Universitas of Colorado Boulder tidak menemukan hasil signifikan dari klaim tersebut. Setidaknya di California, Amerika Serikat.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Transportation Research Part A: Policy and Practice ini mengungkapkan kalau implikasi larangan menggunakan ponsel saat berkendara mungkin tidak secara signifikan menguragi kecelakaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika itu benar-benar berbahaya, dan jika bahkan hanya sebagian kecil dari orang berhenti menggunakan ponsel mereka, kita akan mengharapkan untuk menemukan beberapa penurunan kecelakaan," kata co-author Daniel Kaffine, profesor ekonomi di Universitas of Colorado Boulder.

"Tapi kami tidak menemukan bukti statistik dari pengurangan," tambahnya.

Penelitian ini membandingkan data kecelakaan di California sebelum dan sesudah negara bagian tersebut diberlakukan larangan menggunakan ponsel secara tegas pada 2008. Para peneliti berusaha mengurai masalah-masalah yang bisa menyebabkan kecelakaan seperti kondisi jalan, cuaca buruk dan variabel lain yang diketahui mempengaruhi tingkat kecelakaan.

Kaffine lalu mengusulkan beberapa penjelasan teoritis untuk temuannya, termasuk ada kemungkinan lain yang mengganggu konsentrasi mengemudi yang pada akhirnya menyebabkan kecelakaan.

Perangkat hands-free kemungkinan juga bisa mengganggu pengendara. Begitu pula dengan daftar panjang hal-hal lain di dalam mobil seperti radio atau sistem navigasi.

Dia lalu menjelaskan kalau penegakan hukum yang ketat memang akan membuat orang menjauhi menggunakan ponsel mereka secara konvensional. Tapi adanya teknologi hand-free, teknologi yang menyambungkan ponsel ke mobil, hingga berbagai hal lain di mobil yang mungkin mengganggu konsentrasi malah jadi pilihan pengendara. Jadi seperti hanya peralihan kebiasaan dari hal negatif satu ke hal negatif lainnya.

"Menguraikan efek ini akan berguna bagi para pembuat kebijakan di negara-negara lain yang sedang mempertimbangkan kebijakan untuk mengatasi gangguan mengemudi," kata Kaffine.

"Namun, hasil kami menunjukkan bahwa hanya melarang penggunaan telepon genggam tidak dapat menghasilkan peningkatan yang diinginkan dalam keselamatan lalu lintas," tuntasnya.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads