"Misalnya, untuk merek yang tidak jelas barangnya tidak bagus lalu dibandingkan dengan barang bagus, beda harganya. Ini (bus gandeng scania-Red) pun tidak sampai 2 kali lipat dari harga yang sudah ada, Ini kan harganya tidak sampai Rp 6 miliar sedangkan bus biasa (TJ yang ada saat ini-Red) itu mencapai Rp 3,4 - 3,6 miliar," ujar Ahok.
"Ya ngapain beli yang merek tidak jelas. Kalau selisihnya 1:5 ya kami baru pikir-pikir (pikir ulang untuk membeli Scania-Red)," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang penting kami memaksa perusahaan bus itu membangun karoseri (di Indonesia-Red), dan Scania ini semuanya termasuk sasis bisa dibangun di pabrik UT di Indonesia. Sehingga ada transfer teknologi tidak sekedar impor kendaraan, semua jadi ada hitungannya. Dan Scania ini memiliki teknologi mesin gas tercanggih," kata Ahok.
"Dan Pemprov hanya menentukan sebuah standar, dan kami minta ke operator silahkan beli bus yang standar seperti ini agar penumpang naik bus lebih nyaman. Kl tidak mau, baru nanti kami yang beli," tutupnya.
(lth/ikh)












































Komentar Terbanyak
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge