Teknologi terus berkembang, satu pemandangan klasik tetap abadi: antrean mengular di gerbang tol saat mudik lebaran. Bagi para pakar transportasi, ini masalah sistematis yang berpangkal dari hal sepele yang diabaikan.
Ahmad Wildan, Senior Investigator KNKT sekaligus Wakil Sekjen Bidang Keselamatan Jalan MTI, menyoroti jaringan transportasi, kinerja perjalanan bukan hanya diukur dari kelancaran di jalan bebas hambatan. Hasil akhir yang dirasakan pengguna antara waktu di ruas jalan dan waktu di simpul transportasi yang vital, - gerbang tol, rest area, atau dermaga.
"Jangan berbicara parsial. Percuma jalan tol lancar jaya jika kita harus 'parkir' berjam-jam di gerbang tol atau dermaga feri," ucap Wildan dalam keterangannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika simpul terkunci, maka sistem transportasi dianggap belum memberikan pelayanan optimal. Wildan menyinggung soal arus jenuh (saturation flow). Secara teknis, ini terjadi jika waktu kedatangan kendaraan jauh lebih cepat daripada waktu pelayanan.
Baca juga: Jangan Balik Tanggal Segini, Pokoknya Jangan |
"Untuk menghitung arus jenuh ini, ada dua variabel utama yang harus menjadi perhatian, yaitu waktu pelayanan dan waktu kedatangan," jelas Wildan.
"Arus jenuh tercapai jika waktu kedatangan jauh lebih tinggi dari waktu pelayanan. Saya ambil contoh, jika waktu kedatangan adalah setiap satu detik sementara waktu pelayanan adalah satu menit, dapat dipastikan arus jenuh pada simpul tersebut akan cepat tercapai," jelas dia.
Bayangkan jika waktu kedatangan mobil adalah setiap 1 detik, namun satu mobil membutuhkan waktu 1 menit di gerbang tol karena harus melakukan top-up saldo atau mencari kartu yang terselip. Hasilnya? Antrean bisa mengular dalam hitungan menit.
Menurut dia, terdapat dua kunci utama dalam mengoptimalkan simpul jalan tol: mempercepat layanan dan mengatur ritme kedatangan pengguna. Ia menyebut pemberian diskon tarif tol sebagai langkah strategis untuk memecah kepadatan agar arus kendaraan lebih landai, yang dibarengi dengan ajakan bagi pemudik untuk selalu memastikan saldo kartu tol cukup demi mempersingkat waktu transaksi di gerbang tol.
"Upaya lainnya seperti edukasi secara massive dan membuat daya tarik agar setiap pengguna jalan tol sudah mempersiapkan kartu tol dengan biaya sesuai perjalanan yang akan dilakukan sehingga top up di gate tol dapat dihindari, hal ini akan meningkatkan waktu pelayanan secara signifikan," tambah dia.
Di sisi lain, Ahmad Wildan menyebut durasi layanan di pintu tol bisa dipercepat jika jumlah gerbang ditambah dan kebiasaan top up di gerbang tol dihilangkan. Selain itu, penggunaan teknologi canggih dianggap sebagai solusi kunci agar proses transaksi bisa berlangsung kilat, yakni hanya dalam waktu satu detik.
(riar/lua)












































Komentar Terbanyak
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge