Namun saking banyaknya orang kaya, kepemilikan mobil pribadi di sana jadi tidak bisa dibendung akibatnya membuat kemacetan di mana-mana.
Akibat dari kejadian ini, pemerintah setempat pun akan memberlakukan peraturan kepemilikan kendaraan pribadi untuk menekan jumlah kendaraan di Dubai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua orang memiliki kehidupan mewah mereka, tetapi kapasitas jalan kita tidak bisa menampung mobil-mobil ini tanpa undang-undang kepemilikan," kata Hussain Lootah dilansir motorauthority, Rabu (12/2/2014).
Masalah lalu lintas Dubai tidak bisa diselesaikan dengan cara poling dan mengurang penggunaan mobil atau langkah-langkah lain. Dia menegaskan butuh peraturan jelas yang mampu menekan kendaraan pribadi.
Sebab, lanjut Lootah Dubai adalah negara yang beragam etnis dari penjuru dunia. Sementara ekonomi yang baik membuat mereka pasti ingin memiliki kendaraan pribadi. Dan ini seperti yang dijelakan Lootah adalah masalah rumit yang harus diselesaikan melalui peraturan yang ketat.
Salah satu opsi adalah membuat kepemilikan mobil lebih mahal dengan cara meningkatkan biaya parkir, bahan bakar yang tinggi, menaikkan asuransi, serta hanya memperbolehkan masyarakat yang bergaji tertentu untuk memiliki kendaraan pribadi.
Lootah berpikir mengurangi jumlah kendaraan dengan meningkatkan angkutan massal.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas