Jalanan Indonesia Harus Lebih Humanis untuk Pengguna

Jalanan Indonesia Harus Lebih Humanis untuk Pengguna

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Minggu, 26 Jan 2014 13:08 WIB
Jalanan Indonesia Harus Lebih Humanis untuk Pengguna
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencangkan Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Dengan momentum ini diharapkan pemerintah lebih bersungguh-sungguh untuk mewujudkan lalu lintas jalan yang humanis.

"Kami berharap lalu lintas jalan Indonesia kian humanis dengan tingkat fatalitas yang minim. Kecelakaan lalu lintas jalan sudah terlalu banyak merenggut anak bangsa. Sepanjang 1992-2013, sekitar 300 ribuan jiwa tewas di jalan raya," ujar Ketua Umum Road Safety Asscoiation (RSA) Indonesia, Edo Rusyanto dalam siaran pers, Minggu (26/1/2014).

Fatalitas di jalanan Indonesia sudah dalam taraf yang mengkhawatirkan. Tahun 2013, lebih dari 200 kasus kecelakaan terjadi setiap hari.
Sekalipun fatalitas turun 11% pada 2013 dibandingkan setahun sebelumnya, angka tiga jiwa tewas setiap jam masih merupakan teror saat berlalu lintas jalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, RSA Indonesia meminta pemerintah agar lebih tepat sasaran dalam memangkas fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan.

Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas, RSA pun memberikan beberapa harapannya kepada pemerintah:

1. Pencanangan Gerakan Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh para pemangku kepentingan agar serius mengampanyekan kesadaran berkendara yang aman dan selamat di Indonesia.

2. Presiden lebih serius dalam menangani masalah keselamatan jalan di Indonesia, khususnya dalam memimpin sepak terjang para pemangku kepentingan yang ada di bawah kendalinya.

3. Presiden menjadi komando yang bisa mensinergikan secara maksimal para pemangku kepentingan, mulai dari badan perencana pembangunan nasional, kementerian perhubungan, kementerian pekerjaan umum, kementerian kesehatan, kementerian perindustrian, kementerian
pendidikan nasional, hingga kepolisian Republik Indonesia.

4. Presiden harus mampu menggerakan para pemangku kepentingan tersebut agar lebih konsisten dan tersinergi tanpa basa basi.

5. Presiden agar lebih mampu mendorong terciptanya penegakan hukum lalu lintas jalan yang tegas, konsisten, kredibel, transparan, dan tidak pandang bulu.

6. Presiden dan jajarannya sudi menjadi figur teladan di jalan raya menuju cita-cita bersama, yakni jalna raya yang humanis.

7. Presiden mesti mampu menggerakan seluruh elemen bangsa, termasuk kalangan badan usaha milik negara agar lebih gencar mengampanyekan kesadaran berlalu lintas jalan yang aman dan selamat.

8. Presiden mesti mampu mengajak masyarakat dan seluruh warga negara Indonesia untuk lebih bermartabat saat berlalu lintas jalan.

Presiden sebelumnya dalam sambutannya di Bundaran HI menuturkan keselamatan lalu lintas saat ini menjadi isu penting bahkan telah menjadi perhatian publik karena semakin banyaknya korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas.

SBY mengajak kepada seluruh rakyat indonesia untuk bersungguh-sungguh mencegah dan mengurangi kecelakaan berlalu lintas. "Semua mencegah dan semua harus berupaya," kata SBY yang didampingi Ibu Ani Yudhoyono ini.



(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads