Mengelak Tilang, Pejabat Kepolisian Inggris Dipenjara

Mengelak Tilang, Pejabat Kepolisian Inggris Dipenjara

- detikOto
Selasa, 16 Jul 2013 18:13 WIB
Mengelak Tilang, Pejabat Kepolisian Inggris Dipenjara
London - Karena mengelak dari hukuman lalu lintas, seorang mantan kepala polisi di Inggris terancam di penjara. Perwira ini dituduh menghindari hukuman akibat pelanggaran lalu lintas.

Dave McLuckie dituduh telah membujuk temannya untuk mengaku kalau dia mengebut hingga 36 mph atau sekitar 57,9 km/jam di zona 30 mph atau 48,2 km/jam.

Hal itu terjadi di 2005 saat Peugeot milik McLuckie tertangkap kamera mengebut. Dia membujuk Maurice Ward untuk mengakui kalau Ward-lah yang tengah mengendarai mobilnya saat itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengakuan Ward ini dianggap McLuckie penting karena saat itu McLuckie tengah mengincar jabatan Ketua otoritas kepolisian Cleveland yang memang akhirnya dia dapatkan.

Sebab saat itu SIM McLuckie sudah mendapat 9 poin akibat berbagai pelanggaran. Bila dia mendapat poin lagi maka SIM-nya akan ditahan dan itu akan mempengaruhi jalannya menjadi pejabat.

Kelicikan McLuckie ini terungkap setelah Ward meninggal Januari lalu dimana sebuah catatan milik Ward ditemukan istrinya yang memberi tahu kepolisian.

Namun, McLuckie membantah hal itu dan mengatakan kalau klaim tersebut didorong oleh kebencian keluarga Ward pada dirinya.

Meski begitu, McLuckie dihukum di pengadilan Newcastle. Hakim David Wood mengatakan kalau pelanggaran ini memang tidak benar-benar menyerang jantung sistem hukum, tapi tetap saja McLuckie harus dipenjara 8 bulan karena hal ini. Bila Ward masih hidup, lanjut hakim, dia juga harus dihukum.

"Kasus ini tidak benar-benar tentang hukuman, ini tentang keadilan dan persamaan di depan hukum. Anda tidak Berhak untuk menghindari hukum atau mengganggu jalannya keadilan," kata Wood seperti detikOto kutip dari Daily Mail.

Akibat masalah ini, McLuckie mengundurkan diri dari berbagai organisasi amal yang diwakilinya serta perusahaan tambang tempatnya bekerja selama 31 tahun. Dia juga sedih karena masalah 'sepele' ini menghancurkan semua karirnya.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads