Dari banyak kota di Indonesia, dua kota yakni Jakarta dan Surabaya yang paling menghabiskan banyak oli mesin. 2 kota terbesar di Indonesia itu tercatat mengkonsumsi hampir 11.7 juta liter oli mesin sepanjang tahun 2012.
Berikut data yang didapat GfK Indonesia yang juga melaporkan pasar di channel open market membukukan penjualan sekitar 61.3 juta dolar (US) tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peningkatan jumlah mobil baru di jalan diharapkan dapat meningkatkan popularitas oli sintetik lebih jauh lagi, dimana pemilik mobil makin dimungkinkan untuk beralih ke oli sintetik untuk menyesuaikan oli yang dipakai dengan spesifikasi mesin mobilnya," ujar Managing Director dari GfK Indonesia, Guntur Sanjoyo, Jakarta, Senin (11/3/2013).
"Walaupun harganya lebih mahal, oli ini memiliki perceived benefits yang lebih dibandingkan oli mineral yang menjadikan oli sintetik pilihan yang lebih bijak bagi pemilik mobil yang ingin mempertahankan performa mesin mobil secara keseluruhanβ.
Sekitar 36 manufaktur internasional dan lokal di Indonesia, 80 persennya didominasi manufaktur asing.
"Pasar oli mesin tidak begitu price sensitive dan konsumen cenderung menghubungkan kualitas produk yang ditawarkan dengan brand image yang telah dibentuk oleh masing-masing manufaktur. Karena itu, sangatlah penting bagi manufaktur untuk memasarkan dan mengemas produknya dengan jelas, agar produk tersebut bisa menyampaikan USP atau menonjolkan kelebihan yang dimiliki, misalnya ketahanan, perlindungan, performa, kemampuan membersihkan mesin, dan sebagainya," tutupnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?