Mesin diesel 2.987 cc dengan konvigurasi V6 yang diusungnya mampu menghasilkan tenaga maksimum 135 KW pada 3.800 rpm dan torsi maksimum 400 Nm pada 1.600-2.000 rpm.
Fitur yang langsung terasa manfaatnya ketika menuruni tebing curam menuju lapangan off road adalah Assisted Brake System. Cukup menyetel transmisi otomatisnya pada gigi 1 low range, engine brake langsung bekerja dan kaki tak lagi harus repot-repot menginjak rem.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, fitur differential lock seperti yang dimiliki G55 AMG kembali berguna ketika mobil dihentikan di tengah-tengah tanjakan. Dalam posisi gigi 2 ke atas, mobil tidak akan meluncur turun meski berhenti di tengah tanjakan terjal.
Lalu dengan mesin dieselnya yang tangguh, mobil bisa langsung bergerak naik dari posisi berhenti di tengah-tengah tanjakan 60 derajat. Tak perlu digeber-geber, mobil sudah bergerak ketika putaran mesin baru mencapai 1.600 rpm dengan transmisi otomatis di posisi gigi 2.
Secara umum, off road dengan mengendarai G 300 CDI terasa seperti berkendara di jalan setapak biasa. Tanjakan terjal serta tebing curam bisa dilibas tanpa kesulitan berarti, semudah melewati polisi tidur.
Meski desain luarnya tampak kurang meyakinkan, performa varian G-class ini sebanding dengan harganya yang mencapai Rp 1,6 miliar (off the road).
Tak heran jika sejak diproduksi tahun 1972, populasi seluruh G-Class sudah mencapai 200 ribu di seluruh dunia, 1.200 di antaranya beredar di Indonesia.
(up/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik