4 Jurus Proton di Indonesia

4 Jurus Proton di Indonesia

- detikOto
Sabtu, 11 Jun 2011 16:19 WIB
4 Jurus Proton di Indonesia
Jakarta - Dibandingkan dengan pabrikan lain yang sudah lebih dulu hadir di Indonesia, produsen mobil Malaysia Proton masih memiliki kesenjangan di sisi angka penjualan mobil.

Proton saat ini baru mencatat angka penjualan mobil 5.000 unit. Untuk mengurangi gap itu Proton menyiapkan 4 jurus.

Hal tersebut disampaikan Presdir PT Proton Edar Indonesia Gunter Scherz dalam jumpa pers di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (11/6/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah pertama adalah dengan meluncurkan program Buy Back Guarantee untuk semua jenis mobil Proton. Program ini berlaku di Proton Used Center di Kemayoran, Meruya, Bali dan Surabaya.

Setiap pembeli mobil Proton akan mendapat sertifikasi Buy Back Guarantee yang valid untuk 3 tahun atau 100.000 km tergantung yang mana dulu yang dicapai. Program ini efektif berlaku pada 11 Juni 2011 ini.

"Ini merupakan yang pertama kali kami terapkan," ujarnya.

Langkah kedua adalah mengembangkan jaringan diler di service di kota-kota baru seperti Surabaya, Bali, Medan, Bandung dan Depok pada bulan Juli dan Agustus 2011. Diler ini merupakan diler 3S.

Khusus untuk diler Medan akan menjadi diler premium pertama Proton. Saat ini Proton memiliki 17 sales outlet dan lebih dari 30 service outlet yang tersebar di seluruh kota besar di Indonesia.

Jurus ketiga Proton adalah dengan menambah varian-varian yang laris di pasar mobil Indonesia yakni MPV. Proton mengenalkan varian terendah dari Exora yakni Exora Star yang dibanderol seharga Rp 154 juta dengan transmisi manual.

Exora Star
ini tengah dipamerkan di Jakarta Fair dan sudah dipesan sebanyak 6 unit sampai Sabtu pagi tadi.


"Exora Star memiliki spesifikasi sama dengan Exora yang lain namun ada sedikit perbedaan," ujarnya.

Yang terakhir adalah bekerja sama dengan pabrikan mobil sport Lotus untuk memberikan rasa ride dan handling yang sempurna di mobil Proton.

"Semua mobil Proton akan memiliki sensasi ride dan handling yang dimiliki Lotus," ujarnya.

Proton pun membawa pembalap dari tim F1 Lotus Renault Grand Prix yakni Fairuz Fauzy ke Indonesia. Fauzy juga tercatat sebagai pembalap yang sering mengetes mobil-mobil Proton.

Fairuz mencatat kalau teknologi ride dan handling ala Lotus tertanam sempurna di mobil Proton. "Terutama Proton Saga, saya sangat menyukainya," ujarnya.
Sementara Scherz yang baru menjabat sebagai Presdir Proton Edar Indonesia bulan Februari 2011 lalu pun berharap dengan 4 langkah ini bisa mengurangi gap tadi.


(ddn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads