Seperti dilansir AFP, Rabu (25/5/2011), pabrik Yoosung Enterprise yang merupakan salah satu pemasok utama KIA dan Hyundai praktis lumpuh sejak 18 Mei lalu. Pabrik yang terletak di Asan, 80 km selatan Seoul memasok hampir 70 persen suku cadang KIA dan Hyundai.
Polisi menahan sekitar 500 orang dari 540 pekerja yang mogok kerja. Namun polisi tidak akan lama-lama menahan mereka. Polisi menyerbu pabrik setelah mendapat surat perintah dari pengadilan untuk menangkap 2 orang pekerja yang menjadi otak aksi demo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sudah diamankan polisi, belum jelas apakah produksi suku cadang akan kembali pulih. Yoosung memproduksi piston ring, cylinder liner dan camshafts untuk pabrikan otomotif di Korea.
Akibat mogok kerja yang terjadi karena ketidakpuasan sistem upah dan shift ini, KIA dan Hyundai terpaksa mengurangi produksinya. Hyundai bahkan menghentikan produksi mesin diesel untuk mobil dan truk seperti Porter, Starex, Santa Fe dan Tucson ix.
Hyundai Group diperkirakan bakal kehilangan 50.000 unit angka penjualan jika aksi mogok terus berlanjut sampai akhir Mei.
Asosiasi produsen mobil Korea, Korea Automobile Manufacturers Association menuturkan pabrikan bisa kehilangan US$ 4,5 miliar jika aksi demo itu berlanjut terus sampai akhir Juni.
"Kami meminta serikat buruh Yoosung Enterprise untuk menghentikan segera aksi pendudukan pabrik yang ilegal itu. Aksi itu memberikan dampak negatif bagi industri otomotif dan ekonomi Korea," demikian pernyataan KAMA sebelum penyerbuan polisi berlangsung.
Setiap mobil yang diproduksi, lanjut KAMA, memiliki sekitar 2.000 suku cadang. Jadi jika ada satu saja suku cadang yang tertunda maka akan menghentikan juga operasi 5.000 produsen suku cadang lain.
Selain KIA dan Hyundai, pabrikan lain yang terkena dampaknya adalah GM, Renault Samsung dan Ssangyong Motor. Ketiga pabrikan ini juga menggunakan suku cadang dari Yoosung.
(ddn/ddn)










































