Hal itu mulai terlihat setelah industri otomotif Jepang masih mengalami ketimpangan setelah gempa dan tsunami melanda Jepang.
Pendapatan pabrikan Jepang selama triwulan I-2011 mengalami penurunan. Sementara itu pabrikan Korea malah mendapat untung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bandingkan dengan pabrikan Korea seperti Hyundai yang mengalami peningkatan penjualan sebesar 47 persen pada triwulan pertama pertama 2011 dari 1,28 triliun won menjadi 1,88 triliun won.
Honda juga mengatakan mereka memperkirakan output global akan kembali ke tingkat normal pada akhir tahun. Sama halnya dengan Toyota yang juga memperkirakan produksi kendaraan akan tetap di bawah level normal sampai bulan November atau Desember.
Perusahaan Toyota juga memperkirakan akan kehilangan output sebanyak 300.000 unit kendaraan di Jepang dan 100.000 unit di luar negeri akibat gempa dan tsunami yang melanda Jepang.
"Pabrikan Jepang telah gagal menunjukkan bagaimana mereka akan kembali bangkit. Mereka kemungkinan bakal kehilangan kontrol mereka dalam pasar otomotif global," ujar Park Sang-won, analis dari Eugene Investment & Securities di Seoul.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Sekarang Dijual Rp 16.250/Liter, Ternyata Harga Asli Pertamax Segini
Penjelasan Pertamina soal Harga Pertamax Tiba-tiba Naik 10 Juni
Bikin SIM Digital Nggak sampai 5 Menit, Tanpa Biaya