Hal tersebut diakui oleh Vice President Director Sales and Marketing PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Teddy Irawan ketika dihubungi detikOto, Senin (18/4/2011).
"Iya, pernah. Tapi itu kasus lama," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masalah yang dulu sering kita temui biasanya tidak seperti yang disana. Di sini, misalnya kita isi bensin full, tapi di indikator tidak full. Atau bila diisi lalu baru dibawa jalan sebentar, misalnya baru kita bawa 50 km, tapi indikatornya sudah turun," beber Teddy.
"Tapi itu tidak banyak, dan biasanya langsung kita perbaiki," tambahnya.
Sebelumnya distributor Nissan di Malaysia, Edaran Tan Chong Motor (ETCM) terpaksa menarik (recall) 32.100 unit Grand Livina produksi antara Desember 2007 sampai Juni 2010 akibat indikator bensin tidak bisa membaca secara akurat jumlah bensin yang ada di tangki.
Setelah diselidiki Nissan, ternyata ditemukan adanya masalah 'elektrokimia' pada resistor di indikator bensin. Masalah ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti lingkungan dan bahan bakar.
Selain 32.100 unit Grand Livina, Nissan di Malaysia juga terpaksa menarik Latio dan Latio Sport yang diproduksi dari Mei 2007 sampai Juni 2010 di Malaysia.
Nissan pun menyarankan para penggunanya untuk terus memantau langsung kesediaan bensin di tangki mereka dan menjaganya agar tetap ada.
"Kita memang tidak sampai recall, tapi kalau ada keluhan pasti langsung kita tangani," pungkas Teddy.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Hitung-hitungan Penghasilan Ojol Usai Tarif Aplikasi Dipangkas
SIM Digital Meluncur, Apa Keunggulannya?
Honda 'Brio Listrik' Resmi Meluncur, Segini Harganya