7 Besar Pabrikan Mobil Terlaris di Bulan Maret

7 Besar Pabrikan Mobil Terlaris di Bulan Maret

- detikOto
Rabu, 06 Apr 2011 16:36 WIB
7 Besar Pabrikan Mobil Terlaris di Bulan Maret
Jakarta - Bulan Maret 2011 lalu menjadi bulan madu bagi industri otomotif, berbagai kejutan hadir di industri roda empat Indonesia. Lalu pabrikan apa saja yang masuk dalam 7 besar merek mobil terlaris di Indonesia?

Dalam data penjualan wholesale yang detikOto dapat dari PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Rabu (6/4/2011) terlihat pabrikan mobil Toyota memimpin pasar dengan penjualan sebesar 32.275 unit di bulan Maret lalu.

Dengan penjualan ini, Toyota menjadi market leader di bulan Maret. Sementara bila diakumulasi dari 3 bulan pertama penjualan 2011, Toyota juga tampak memimpin dengan total penjualan sebesar 85.426 unit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara di posisi kedua terjadi kejutan. Posisi yang sejak beberapa bulan di pegang Daihatsu kini direbut oleh Mitsubishi.

Mitsubishi di bulan Maret lalu mencapai penjualan wholesale sebesar 13.074 unit dengan total penjualan di 3 bulan pertama 2011 mencapai 34.227 unit.

Sedangkan Daihatsu harus puas dengan angka penjualan 10.186 unit di bulan Maret dengan total penjualan di 2011 mencapai 32.734 unit.

Selain ketiga merek tadi, Suzuki terlihat menguntit di urutan empat dengan penjualan 8.016 unit di bulan Maret dengan total 21.448 unit di 3 bulan pertama 2011.

Di bawahnya, tampil Nissan yang menggusur Honda dari urutan lima dengan penjualan 4.900 unit di Maret. Angka ini lebih tinggi dari penjualan Honda yang hanya berada di angka 4.193 unit. Tapi untuk total penjualan di 3 bulan pertama 2011, Honda pantas berbagga karena masih lebih tinggi dari Nissan.

Honda mencatatkan penjualan total sebesar 13.679 unit, sedikit lebih tinggi dari Nissan yang hanya berhasil menjual 13.565 mobil di 3 bulan pertama 2011.

Di urutan ketujuh hadir Isuzu yang menjual 2.463 unit di Maret dengan total penjualan sebesar 6.720 unit di triwulan pertama 2011.

Berikut daftar 7 pabrikan mobil terlaris di Indonesia:



MerekΒ Penjualan MaretPenjualan selama 3 bulan di 2011Β 
1. Toyota32.275 unit85.426 unit
2. MitsubishiΒ 13.074 unit34.227 unit
3. Daihatsu10.186 unit32.734 unit
4. Suzuki8.016 unit21.448 unit
5. NissanΒ 4.900 unit13.565 unit
Β 6. Honda4.193 unit13.679 unit
Β 7. Isuzu2.463 unit6.720 unit
Β Β Β Β Β Β Β 

Penjualan Mobil Tanah Air Masih 1,1 Persen dari Dunia


Ketua Umum Gaikindo yang juga Presdir PT Astra Daihatsu Motor Sudirman MR menyebutkan penjualan total mobil di tanah air saat ini mencapai 1,1 persen dari penjualan mobil secara global.

Karenanya Sudirman memaparkan kalau penjualan Indonesia masih sangat potensial dan di masa depan diprediksi akan bisa menjadi pemain utama industri otomotif global.

Di tingkat ASEAN, penjualan domestik Indonesia di tahun 2010 menurut Sudirman menempati posisi 2 dengan penjualan sebesar 764.710 mobil dengan pangsa pasar sebesar 30,6 persen di ASEAN.

Sementara Thailand ada di garis depan industri otomotif Asean dengan penjualan domestik mencapai 800.357 unit atau 32 persen dari penjualan ASEAN dan Malaysia di posisi 3 dengan pangsa pasar 24,2 persen setelah menjual 605.156 unit di pasar domestiknya.

Total penjualan di ASEAN sendiri di tahun 2010 mencapai 2.502.341 unit.

"Sedangkan di tingkat global, pada tahun 2009, penjualan domestik Indonesia hanya memiliki market share 0,9 persen dari total market dunia yang volumenya mencapai 60.512.648 unit," ungkap Sudirman.

"Data periode Januari-September 2010, market share Indonesia meningkat menjadi 1,1 persen dari total market dunia sebesar 51.384.371 unit," imbuhnya lagi.

"India dan China pada periode yang sama tahun 2010 mempunyai market share masing-masing 4,4 persen dan 25,6 persen. Hanya tiga negara yang market sharenya diatas 20 persen yaitu North America, West Europe dan China. Sedangkan Jepang berperan hanya sebesar 7,9 persen dari total market dunia," paparnya.

Potensi Indonesia untuk merengsek masuk ke papan atas industri otomotif global pun menurut Sudirman terbilang besar.

"Untuk mencapai target tersebut diperlukan terobosan kebijakan dari pemerintah," pungkasnya.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads