Penjualan Mobil Jepang Tidak Gentar oleh Tsunami

Penjualan Mobil Jepang Tidak Gentar oleh Tsunami

- detikOto
Kamis, 24 Mar 2011 18:36 WIB
Penjualan Mobil Jepang Tidak Gentar oleh Tsunami
Jakarta - Gempa dan tsunami yang menimpa Jepang beberapa waktu lalu membuat persediaan komponen mobil Jepang di Indonesia menemui titik buram. Namun meski begitu, penjualan mobil di Indonesia diprediksi tidak akan terganggu.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menegaskan akan tetap menjalankan target penjualan hingga 850.000 unit untuk tahun 2011.

"Memang ada kekhawatiran atas terjadinya musibah ini, tetapi saat rapat kemarin saya bilang untuk tidak merubah target terlebih dahulu," kata Ketua Umum Gaikindo Sudirman MR di Hotel Nikko, Jakarta, Kamis (24/3/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena saya melihat seperti ini, untuk stok sampai bulan April kita masih ada, siapa tahu Jepang bisa cepat bangkit untuk memenuhi stok persediaan untuk bulan Mei mendatang, kalau itu terjadi saya rasa (target) ini akan tercapai," tambahnya.

Sementara itu, salah satu produsen mobil asal Jepang, Isuzu di tempat yang sama menceritakan keadaan terakhir prinsipal mereka yang ada di Jepang. Isuzu mengatakan kalau keadaan head office maupun pabrik mereka di Jepang tidak mengalami kerusakan.

Isuzu menurut Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia Yohannes Nangoi mengungkapkan kalau Isuzu menghentikan produksi pasca tsunami bukan karena pabrik mereka rusak di terjang tsunamim melainkan ada masalah distribusi komponen dari vendor-vendor pendukungnya. Ada 50 suplaier mereka yang terkena dampak tsunami.

"Head Office kami berada di Tokyo aman, begitu juga dengan pabrik kami yang berada di sana pun aman, namun masalahnya pabrik suplaier kami-lah yang terkena dampaknya," jelas Nangoi.

"Stok di Indonesia masih aman hingga bulan April mendatang, dan saat ini kami masih mencari data satu persatu untuk memastikan. Karena di Jepang sendiri masih memfokuskan kepada karyawan, pabrik, dan dealear yang terkena dampak gempa dan tsunami disana," imbuh Nangoi.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads